Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Polda Kaltara Siagakan 808 Personel Gabungan Jelang Arus Mudik

Fijai RT • Jumat, 13 Maret 2026 | 06:34 WIB

 

SIAGA: Kapolda Kaltara memimpin apel gelar pasukan dalan Operasi Ketupat Kayan 2026.
SIAGA: Kapolda Kaltara memimpin apel gelar pasukan dalan Operasi Ketupat Kayan 2026.
TANJUNG SELOR - Sebanyak 808 personel diterjunkan dalam Operasi Ketupat Kayan 2026. Kesiapan pengamanan ditandai dengan apel gelar pasukan yang dipimpin langsung Kapolda Kaltara Djati Wiyoto Abadhy di lapangan apel Mapolda Kaltara, Kamis (12/3).

Kapolda Kaltara, Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy menegaskan, Operasi Ketupat Kayan 2026 merupakan operasi kepolisian terpusat yang digelar setiap tahun guna memberikan rasa aman kepada masyarakat, khususnya selama arus mudik dan arus balik Lebaran.
“Hari ini kita melaksanakan gelar pasukan dalam rangka operasi kepolisian terpusat dengan sandi Ketupat Kayan 2026. Operasi ini merupakan kegiatan kemanusiaan untuk memberikan pengamanan kepada masyarakat yang akan merayakan Hari Raya Idul Fitri,” kata Djati kepada Radar Kaltara, Kamis (12/3).

SIAGA: Kapolda Kaltara memimpin apel gelar pasukan dalan Operasi Ketupat Kayan 2026.
SIAGA: Kapolda Kaltara memimpin apel gelar pasukan dalan Operasi Ketupat Kayan 2026.

Menurutnya, sebelum operasi dimulai kepolisian telah melaksanakan rapat koordinasi (rakor) lintas sektoral bersama berbagai instansi dan pemangku kepentingan guna memastikan kesiapan pengamanan.
“Sebelumnya kami telah melaksanakan rapat koordinasi lintas sektoral bersama seluruh stakeholder," ungkapnya.

Dalam rapat tersebut masing-masing instansi menyampaikan kesiapan personel, sarana prasarana sekaligus memprediksi potensi kerawanan yang mungkin terjadi selama pelaksanaan mudik dan perayaan Idul Fitri. Dalam Operasi Ketupat Kayan ini, sebanyak 808 personel gabungan diterjunkan untuk melaksanakan pengamanan di berbagai wilayah di Kalimantan Utara.
“Operasi ini melibatkan sekitar 808 personel gabungan yang terdiri dari unsur TNI, instansi pemerintah, serta berbagai stakeholder lainnya yang akan bersinergi bersama kepolisian untuk memberikan pengamanan dan pelayanan kepada masyarakat,” ungkapnya.

Ia merincikan, komposisi personel tersebut terdiri dari 159 personel TNI, 84 personel Brimob/BKO, 63 personel Dinas Kesehatan, 13 personel Jasa Raharja, 64 personel BPBD, 51 personel pemadam kebakaran, 28 personel Basarnas, serta 48 personel Senkom. Selain pengerahan personel, aparat juga menyiapkan sejumlah pos pengamanan guna mendukung kelancaran arus mudik dan balik Lebaran di wilayah Kalimantan Utara.
“Selama pelaksanaan operasi ini kita akan mendirikan sejumlah pos, baik pos pengamanan, pos pelayanan maupun pos terpadu. Total terdapat 44 pos yang akan beroperasi selama masa pengamanan Idul Fitri,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, dari total 44 pos tersebut terdiri atas 15 pos pengamanan, 26 pos pelayanan dan 7 pos terpadu yang tersebar di berbagai titik strategis.
Berdasarkan hasil analisis dan evaluasi kepolisian, arus mudik di Kaltara diperkirakan akan terjadi dalam dua gelombang.
“Arus mudik diperkirakan terjadi pada 14 hingga 15 Maret, kemudian gelombang kedua pada 18 hingga 19 Maret,” jelasnya.

Sementara itu, arus balik juga diprediksi berlangsung dalam dua tahap. Untuk arus balik diperkirakan terjadi pada 24 hingga 25 Maret dan gelombang berikutnya pada 28 hingga 29 Maret. Mengacu pada kondisi geografis Kaltara yang sebagian besar wilayahnya merupakan perairan, pengamanan juga difokuskan pada pelabuhan serta jalur transportasi laut dan sungai.
“Kita ketahui wilayah Kalimantan Utara ini didominasi oleh wilayah perairan, sehingga pengamanan di pelabuhan dan lokasi penyeberangan kapal menjadi perhatian khusus dalam operasi ini,” tegasnya.

Djati mengimbau masyarakat untuk mematuhi aturan keselamatan pelayaran, terutama terkait kapasitas penumpang kapal.
“Kami mengimbau masyarakat agar mematuhi ketentuan kapasitas penumpang kapal. Jangan sampai memaksakan muatan yang berlebihan karena hal tersebut sangat berbahaya bagi keselamatan penumpang,” katanya.

Menurutnya, petugas di lapangan akan aktif memberikan sosialisasi dan imbauan kepada masyarakat yang menggunakan transportasi air.
“Petugas yang bertugas di pos-pos penyeberangan akan memberikan pengumuman dan sosialisasi secara langsung kepada masyarakat agar perjalanan mudik dapat berjalan dengan aman dan tertib,” jelasnya.

Selain pengamanan jalur mudik, pengawasan di wilayah perbatasan juga akan diperketat guna mengantisipasi adanya warga yang masuk secara ilegal menjelang Lebaran.
“Kami juga akan memperketat pengawasan di pintu-pintu masuk wilayah perbatasan untuk mengantisipasi adanya warga yang masuk secara ilegal menjelang mudik Lebaran,” tegasnya.

Sebelumnya, instansi terkait juga telah melakukan pemeriksaan terhadap kapal dan speedboat yang akan digunakan selama masa angkutan Lebaran.
“Beberapa waktu lalu telah dilakukan pemeriksaan terhadap kapal-kapal dan speedboat yang akan digunakan selama angkutan Lebaran. Dari hasil pemeriksaan tersebut, armada dinyatakan layak untuk beroperasi,” ungkapnya.

Melalui Operasi Ketupat Kayan 2026 ini, Kapolda berharap seluruh rangkaian kegiatan mudik dan perayaan Idulfitri di Kaltara dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar.
“Mudah-mudahan pelaksanaan perayaan Hari Raya Idul Fitri di wilayah Kalimantan Utara dapat berjalan aman dan lancar sehingga masyarakat bisa merayakan Lebaran dengan penuh kebahagiaan bersama keluarga. Mudik aman, keluarga bahagia,” pungkasnya. (jai/lim)

Editor : Azward Halim