Kepala Seksi Operasi Basarnas Tarakan, Dede Hariana mengatakan korban ditemukan sekitar pukul 15.30 Wita di aliran Sungai Kayan, tepatnya di wilayah Desa Long Bia, Kecamatan Peso Hilir.
“Tim gabungan menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia di Sungai Kayan Desa Long Bia dengan radius sekitar 3,26 nautical mile (NM) dari lokasi kejadian perkara,” kata Dede kepada Radar Kaltara, Kamis (12/3).
Ia menjelaskan, penemuan korban bermula dari laporan warga yang melihat tubuh korban mengambang di sekitar log pond penyeberangan dermaga Lirung Butung, Desa Long Bia.
"Iya, korban pertama kali ditemukan warga," ungkapnya.
Sementara itu, Kapolresta Bulungan Rofikoh Yunianto melalui P.S. Kasubsi PIDM Sihumas Polresta Bulungan, Hadi Purnomo mengungkapkan bahwa saksi pertama kali menemukan jasad korban ketika hendak menyeberangkan kendaraan di log pond penyeberangan Sungai Kayan.
“Sekitar pukul 14.30 Wita saksi yang hendak menyeberangkan mobil melihat sesosok mayat mengambang di pinggir sungai, kemudian ia langsung berteriak memanggil bantuan kepada tim pencari dan warga sekitar,” jelasnya.
Mendapatkan informasi tersebut, personel Polsek Long Peso bersama warga setempat dan tim SAR segera menuju lokasi untuk melakukan proses evakuasi korban dari aliran sungai.
“Personel Polsek dibantu warga melakukan evakuasi menggunakan kantong jenazah dan membawa korban menuju dermaga Long Bia,” tambahnya.
Setelah tiba di dermaga Long Bia, jenazah korban langsung dimandikan sebelum dibawa menuju rumah duka oleh pihak keluarga.Saat ditemukan, korban masih mengenakan pakaian berupa kaos hitam dan celana pendek yang sama seperti saat dilaporkan hilang beberapa hari sebelumnya.
“Dari hasil pemeriksaan luar tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” ungkapnya.
Tim telah mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) serta meminta keterangan dari sejumlah saksi guna memastikan kronologi peristiwa tersebut.
Namun demikian, keluarga korban menyatakan telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan visum terhadap jenazah.
“Pihak keluarga sudah menerima kejadian ini dan menolak dilakukan visum luar maupun visum mayat,” pungkasnya. (jai/lim)