Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Longsor Susulan Terjadi di Sungai Urang Bulungan, Pengendara Diminta Waspada

Fijai RT • Senin, 9 Maret 2026 | 09:49 WIB

LONGSOR: Material batu berukuran besar menutup sebagian badan jalan.
LONGSOR: Material batu berukuran besar menutup sebagian badan jalan.
TANJUNG SELOR - Tebing di Jalan Poros Trans Kaltara tepatnya di kawasan Sungai Urang, Kelurahan Tanjung Palas Hilir, Kecamatan Tanjung Palas, Bulungan mengalami longsor pada Minggu (9/3). Material tanah dan batu berukuran besar sempat menutup sebagian badan jalan.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Kalak BPBD) Bulungan, Rafidin mengatakan, peristiwa itu pertama kali diketahui setelah menerima laporan dari warga yang melintas di lokasi kejadian. “Kami mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa terjadi longsoran tebing di Jalan Poros Trans Kaltara kawasan Sungai Urang,” kata Rafidin kepada Radar Kaltara, Senin (9/3).

LONGSOR: Material batu berukuran besar menutup sebagian badan jalan.
LONGSOR: Material batu berukuran besar menutup sebagian badan jalan.

Menindaklanjuti laporan tersebut, BPBD Bulungan langsung mengerahkan tim ke lokasi untuk melakukan pengecekan sekaligus melakukan koordinasi dengan sejumlah instansi terkait.
“Setelah menerima laporan, tim kami langsung turun ke lapangan untuk melakukan asesmen dan pendataan kondisi di lokasi longsor,” ungkapnya.

Ia menambahkan, proses penanganan awal sempat dilakukan dengan membersihkan material longsor menggunakan alat berat milik Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (Satker PJN) Kaltara. Namun saat proses penanganan berlangsung, longsor susulan kembali terjadi.
“Sekitar pukul 18.00 Wita, terjadi longsor lanjutan di lokasi yang sama dan beberapa batu berukuran besar kembali menutup sebagian badan jalan,” bebernya.

LONGSOR: Material batu berukuran besar menutup sebagian badan jalan.
LONGSOR: Material batu berukuran besar menutup sebagian badan jalan.

Untuk mempercepat penanganan, BPBD Bulungan kembali berkoordinasi dengan sejumlah instansi terkait, di antarnya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU-PR) Bulungan, Dinas Perhubungan (Dishub) Bulungan, Satker PJN Kaltara, serta aparat dari Polsek dan Koramil setempat.
“Kami melakukan koordinasi dengan berbagai pihak agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan terpadu,” kata Rafidin.

Sebagai langkah antisipasi terhadap potensi longsor susulan, BPBD Bulungan bersama instansi terkait memasang pita pengaman, lampu torpedo serta rambu peringatan di sekitar lokasi kejadian.
“Pemasangan pita scotlight, lampu torpedo dan rambu peringatan longsor dilakukan agar pengguna jalan dapat lebih waspada saat melintas di area tersebut,” terangnya.

Menurut Rafidin, kondisi tebing di lokasi kejadian masih berpotensi mengalami longsor susulan, terutama saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi. Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk meningkatkan kewaspadaan saat melintas di jalur tersebut.
“Kami mengimbau masyarakat yang melintas di jalur itu agar selalu berhati-hati karena kondisi tebing masih berpotensi terjadi longsor susulan,” tegasnya.

Saat ini BPBD Bulungan bersama instansi terkait masih melakukan pemantauan serta pembersihan material longsor yang berada di badan jalan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan arus lalu lintas tetap berjalan dengan aman bagi masyarakat.
“Upaya penanganan terus kami lakukan bersama instansi terkait agar jalur Trans Kaltara ini tetap dapat dilalui dengan aman oleh masyarakat,” pungkasnya. (jai/lim)

Editor : Azward Halim