Kapolda Kaltara, Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy menyampaikan bahwa jagung menjadi salah satu komoditas yang diprioritaskan untuk meningkatkan produksi pangan di daerah. “Jagung merupakan komoditas strategis yang menjadi fokus peningkatan produksi di wilayah Kalimantan Utara,” kata Djati kepada Radar Kaltara, Minggu (8/3).
Menurutnya, Polda Kaltara saat ini mengelola potensi lahan ketahanan pangan yang cukup luas dengan melibatkan kelompok tani binaan. "Selarang ini Polda Kaltara mengelola potensi lahan ketahanan pangan seluas 808,1 hektare (ha) dengan dukungan 193 kelompok tani binaan,” ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa hingga triwulan I 2026, progres penanaman jagung di wilayah Kaltara terus menunjukkan perkembangan. Hingga saat ini, penanaman jagung telah mencapai 66,31 ha.
“Penanaman jagung kita lakukan serentak seluas di lahan 9,55 hektare di seluruh wilayah Kaltara,” bebernya.
Di Bumi Rahayu, sambung Djati, penanaman jagung dilakukan di lahan seluas 0,5 hektare yang dikelola oleh petani setempat. Ia memberikan apresiasi kepada pemdes dan para petani yang telah mendukung program ketahanan pangan tersebut.
“Kami memberikan apresiasi atas dedikasi mereka dalam menyukseskan program ini,” ujarnya.
Terkait hilirisasi hasil pertanian, Djati mengungkapkan bahwa serapan jagung oleh Bulog juga menunjukkan perkembangan yang positif. Hingga saat ini, serapan jagung oleh Bulog pada tahun 2026 telah mencapai 2.235 ton, sementara sebagian hasil panen lainnya masih dalam proses pengeringan sebelum diserap pasar. Jenderal bintang dua ini mendorong para petani untuk memanfaatkan fasilitas pembiayaan yang disediakan pemerintah guna meningkatkan produktivitas pertanian.
“Pemanfaatan fasilitas kredit usaha rakyat (KUR) sangat penting agar modal untuk pengolahan lahan, bibit hingga pupuk dapat terpenuhi,” tegasnya.
Dengan dukungan pembiayaan dan sinergi berbagai pihak, diharapkan produksi jagung di Kaltara terus meningkat sehingga mampu memperkuat ketahanan pangan daerah.
“Dengan dukungan tersebut, produktivitas pertanian kita diharapkan terus meningkat dan memberikan manfaat bagi kesejahteraan petani,” pungkasnya. (jai/lim