Kegiatan ini dihadiri langsung Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, H. Jamal, SH, MAP, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Errin Wiranda, SE serta perangkat daerah terkait.
"Kita ingin menekankan program desa, pasar hingga lingkungan sekolah untuk melakukan pembudayaan keamanan pangan," ucap H. Jamal.
Kegiatan di wilayah Bulungan ini menjadi upaya Badan POM meningkatkan kemandirian masyarakat untuk menjamin pemenuhan kebutuhan pangan yang aman. Serta turut mendukung gerakan pemerintah melalui gerakan masyarakat hidup sehat (germas).
Melalui advokasi atau penyusunan tindakan strategis, terencana dan sistematis, diharapkan 3 program tersebut dapat terlaksana optimal di lapangan.
H. Jamal menjelaskan, keamanan pangan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan peran aktif seluruh elemen masyarakat, mulai dari produsen, pedagang, hingga konsumen.
Melalui program desa pangan aman dan pasar pangan aman berbasis komunitas, diharapkan pengawasan pangan dapat dilakukan secara mandiri di tingkat desa dan pasar tradisional.
Sementara itu, program sekolah yang Melaksanakan Pembudayaan Keamanan Pangan bertujuan menanamkan pemahaman sejak dini kepada peserta didik mengenai pentingnya memilih jajanan yang sehat dan aman. Edukasi tersebut dinilai penting guna mencegah peredaran pangan yang mengandung bahan berbahaya atau tidak memenuhi standar kesehatan.
Di sisi lain, pelaksanaan program ini juga menjadi bagian dalam mendukung gerakan pemerintah melalui gerakan masyarakat hidup sehat (Germas), khususnya dalam aspek konsumsi pangan yang aman dan bergizi.
Melalui advokasi yang disusun secara strategis, terencana dan sistematis, pemerintah daerah bersama BPOM berharap ketiga program ini dapat diimplementasikan secara optimal di lapangan. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya menjadi objek pengawasan, tetapi juga subjek yang aktif dalam menciptakan lingkungan pangan yang aman dan sehat di Kabupaten Bulungan. (dra/lim)
Editor : Azward Halim