TANJUNG SELOR – PT Pertamina Patra Niaga memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM) nasional dalam kondisi aman dan terkendali. Saat ini stok BBM berada pada kisaran sekitar 21 hari, yang dikelola sebagai stok operasional dalam sistem logistik energi nasional untuk menjamin kelancaran distribusi ke seluruh wilayah Indonesia.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV. Dumatubun mengatakan, stok sekitar 21 hari tersebut merupakan stok operasional yang secara normal selalu dijaga dalam sistem logistik energi nasional. "Stok operasional tersebut merupakan pasokan BBM yang telah disimpan di fasilitas penimbunan nasional dan siap disalurkan kepada masyarakat," kata Roberth dalam keterangan tertulis yang diterima Radar Kaltara, Jumat (6/3).
Jumlahnya, sambung Roberth, bersifat dinamis karena terus diperbarui sesuai kebutuhan konsumsi energi. “Pasokan operasional ini merupakan stok BBM yang sudah memenuhi kapasitas penimbunan nasional dan akan terus diperbarui sesuai kebutuhan konsumsi masyarakat,” ungkapnya.
Roberth menambahkan, pengelolaan stok tersebut dilakukan melalui proses top up atau pengisian kembali secara berkala. Penambahan pasokan diperoleh dari produksi kilang domestik maupun pengadaan impor yang telah direncanakan sebelumnya.
“Penambahan produk dilakukan secara rutin melalui produksi kilang dalam negeri maupun pengadaan impor sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan BBM,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menyebut Pertamina Patra Niaga memiliki sistem pengelolaan rantai pasok energi yang terintegrasi mulai dari pengadaan minyak mentah hingga distribusi ke masyarakat.
“Sistem rantai pasok energi kami terintegrasi mulai dari pengadaan minyak mentah dan produk BBM, pengolahan di kilang, transportasi, hingga distribusi ke berbagai wilayah Indonesia,” katanya.
Dengan sistem tersebut, Pertamina memastikan ketersediaan energi tetap terjaga dan dapat diakses masyarakat secara merata di seluruh daerah. “Sistem ini memastikan pasokan energi tetap tersedia dan distribusinya berjalan lancar ke seluruh wilayah Indonesia,” lanjutnya.
Menanggapi dinamika geopolitik global, termasuk konflik di kawasan Timur Tengah, Pertamina Patra Niaga juga telah menyiapkan berbagai langkah mitigasi untuk menjaga ketahanan energi nasional. “Kami terus memantau perkembangan situasi global dan menyiapkan langkah-langkah antisipatif untuk memastikan pasokan energi nasional tetap aman,” ujarnya.
Langkah tersebut dilakukan melalui diversifikasi sumber pasokan minyak mentah dan produk BBM, penguatan ketahanan logistik dan distribusi, optimalisasi operasi kilang dalam negeri, serta peningkatan koordinasi dengan pemerintah dan para pemangku kepentingan.
“Dengan langkah-langkah tersebut, rantai pasok energi nasional tetap berjalan dengan baik sehingga kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi secara optimal,” jelasnya.
Sementara itu, Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Kalimantan, Edi Mangun, memastikan ketersediaan BBM di wilayah Kalimantan juga berada dalam kondisi aman. Ia mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan,” katanya.
Ia menegaskan, pembelian berlebihan atau panic buying justru berpotensi mengganggu distribusi energi yang selama ini berjalan normal. “Pembelian yang berlebihan dapat mengganggu kelancaran distribusi BBM yang selama ini berjalan normal,” tegasnya.
Dengan penggunaan BBM secara bijak, distribusi energi diharapkan tetap terjaga sehingga seluruh masyarakat dapat memperoleh akses bahan bakar secara merata. “Dengan penggunaan yang bijak, distribusi energi dapat terus terjaga sehingga seluruh masyarakat tetap mendapatkan akses BBM,” pungkasnya. (jai/lim)
Editor : Azward Halim