Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Banjir di Nunukan Surut, BPBD Kaltara Turunkan Tim Jitupasna

Iwan RT • Jumat, 6 Maret 2026 | 06:16 WIB

Kalak BPBD Kaltara, Andi Amriampa.
Kalak BPBD Kaltara, Andi Amriampa.
TANJUNG SELOR - Banjir yang sempat terjadi beberapa hari di daerah Lumbis dan Sembakung, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara (Kaltara) saat ini sudah surut.

Kondisi ini disampaikan Kepala Pelaksanaan (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltara, Andi Amriampa kepada Radar Tarakan saat ditemui di Tanjung Selor, Kamis (5/3).

"Sudah surut. Sudah normal. Kemarin itu tanggap darurat di Lumbis dan Sembakung (yang ditetapkan Pemkab Nunukan) sampai 8 Maret 2026," ujar Andi Amriampa.

Jadi dalam proses ini, dari Pemkab Nunukan masih mendistribusikan logistik, termasuk pembersihan fasilitas umum yang terdampak banjir.

Sementara dari BPBD Kaltara, saat ini juga telah menurunkan Tim Jitupasna (Tim Pengkajian Kebutuhan Pascabencana) untuk melihat tindak lanjut dari rencana relokasi pemukiman penduduk di Desa Atap oleh Pemkab Nunukan.

"Relokasi itu ke daerah yang lebih tinggi. Kalau itu berjalan, meski banjir sudah tidak mempengaruhi pemukiman penduduk lagi," tuturnya.

Tapi, secara teknis relokasi ini murni dilakukan oleh Pemkab Nunukan. Pihkanya di sini hanya turun memastikan kondisi di lapangan pascabencana banjir yang terjadi beberapa hari terakhir ini.

Selain itu, Andi Amriampa juga mengatakan bahwa Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kaltara saat ini juga sudah berada di lapangan. Meski banjir sudah surut, status tanggap darurat yang telah ditetapkan tetap berlaku hingga 8 Maret nanti.

"Kami (TRC BPBD Kaltara) turunkan untuk melakukan kaji cepat ketika banjir itu berlanjut, cuma kan kondisinya sudah surut. Kita akan tetap pantau kemungkinan terjadinya banjir atau bencana lainnya," pungkasnya. (iwk/lim)

Editor : Azward Halim