Pertemuan pendahuluan dipimpin Bupati Bulungan Syarwani bersama Wakil Bupati Kilat di Ruang Tenguyun Kantor Bupati Bulungan, Selasa (3/3).
Syarwani menegaskan, kajian ini akan memuat analisis menyeluruh terhadap berbagai aspek pemekaran desa dan kelurahan di Bulungan. Ia mengingatkan bahwa pemekaran bukanlah tujuan akhir. “Pemekaran bukan tujuan akhir, tetapi sarana untuk mendekatkan serta meningkatkan pelayanan pemerintah kepada masyarakat,” tegasnya.
Salah satu faktor pendorong kajian ini adalah posisi strategis Tanjung Selor yang saat ini menyandang status ibu kota Kalimantan Utara, namun secara administratif masih berada dalam wilayah Kabupaten Bulungan.
Menurut Syarwani, kejelasan batas wilayah menjadi aspek penting dalam proses ini. “Termasuk di dalamnya bagaimana kejelasan batas-batas wilayah merupakan aspek penting,” tandasnya.
Di tengah moratorium pemekaran desa dari pemerintah pusat, Pemkab Bulungan mengambil langkah taktis dengan mengalihkan fokus pada pemekaran kelurahan. Skema ini dinilai lebih memungkinkan secara regulasi dan menjadi bagian dari pemenuhan syarat administratif pembentukan kota.
Saat ini, Tanjung Selor terdiri dari satu kecamatan dengan tiga kelurahan dan enam desa. Sementara itu, syarat pembentukan kota mengharuskan adanya sekurang-kurangnya empat kecamatan.
Syarwani menyebut, sebelum mengarah pada pemekaran kecamatan, penguatan struktur kelurahan dinilai lebih strategis dan efisien. Selain memperpendek rentang kendali pelayanan publik, pemekaran juga membuka peluang pengembangan karier bagi aparatur sipil negara.
“Pemekaran juga dapat menjadi peluang baru bagi ASN dalam meningkatkan jenjang karier, khususnya yang mengabdi di lingkungan Pemkab Bulungan,” ujarnya.
Ia menambahkan, hasil kajian teknis nantinya harus dicermati secara seksama dengan mempertimbangkan kepentingan jangka panjang daerah, kemampuan keuangan, serta prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan pemerintahan.
Syarwani memastikan, langkah ini merupakan respons atas belasan usulan pemekaran yang telah bergulir sejak lama. Melalui kajian ilmiah tersebut, aspirasi masyarakat untuk mewujudkan Kota Tanjung Selor kini memasuki babak baru yang lebih terukur dan berbasis data.
“Mari bersama kita dukung dan kawal proses transformasi ini dalam mewujudkan Tanjung Selor sebagai ibu kota,” pungkasnya. (dra/lim)
Editor : Azward Halim