Bupati Bulungan, Syarwani mengakui selama ini intervensi pembangunan infrastruktur masih didominasi melalui APBD. Namun, keterbatasan anggaran membuat Pemda Bulungan tidak bisa bekerja sendiri.
“Memang selama ini lebih banyak didominasi intervensi pemerintah daerah melalui APBD, khususnya pembangunan infrastruktur. Tetapi kami menyadari kondisi infrastruktur utama di kawasan IAD Bulungan Kayan menjadi persoalan hari ini,” kata Syarwani kepada Radar Kaltara, Senin (2/3).
Ia menyebut, keluhan masyarakat di sekitar 18 desa di kawasan tersebut kerap disampaikan kepada pemerintah. Karena itu, penanganannya perlu dilakukan secara bersama-sama, termasuk melibatkan sektor swasta.
“Keluhan masyarakat di sekitar kawasan itu harus kita respons. Kita coba diskusikan dan melibatkan sektor swasta karena di Bulungan ada 21 izin kebun sawit,” ungkapnya.
Menurutnya, keberadaan perusahaan besar di Bulungan diharapkan turut memberikan dukungan, terutama dalam penanganan darurat ketika terjadi kerusakan jalan yang menghambat arus lalu lintas masyarakat.
“Kita minta support dan partisipasi, walaupun mungkin belum bersifat permanen. Ketika ada kejadian luar biasa dan sangat dibutuhkan masyarakat, kita harapkan dukungan itu,” tegasnya.
Ia memastikan, kolaborasi tersebut telah berjalan hingga saat ini, di samping intervensi APBD untuk pembangunan jalan dan jembatan.
“Di Bulungan, khususnya di kawasan lanskap IAD, infrastruktur jalan dan jembatan menjadi PR besar yang harus kita tuntaskan untuk mendukung keberhasilan program tersebut,” ujarnya.
Selain infrastruktur, Pemda Bulungan juga mendorong pembenahan akses pasar bagi petani. Syarwani mengungkapkan, pihaknya tengah menyiapkan skema agar distribusi hasil pertanian lebih efisien dan menguntungkan petani.
“Kita coba dorong skema agar bukan lagi petani yang mengantarkan hasilnya ke pasar. Mudah-mudahan bisa terbalik, para pengusaha atau pembeli yang datang langsung ke petani,” katanya.
Menurutnya, pendekatan tersebut diharapkan mampu mendekatkan pasar dengan sentra produksi, sekaligus meningkatkan nilai jual hasil pertanian masyarakat.
“Ini bagian dari upaya mendekatkan pasar dengan petani kita, sehingga manfaatnya bisa lebih dirasakan langsung oleh masyarakat,” pungkasnya. (jai/lim)