Kepada Radar Kaltara, Syarwani menyoroti kondisi kebersihan fasilitas umum setelah sebelumnya melakukan inspeksi mendadak (sidak) di pelabuhan tersebut.
Dalam sidaknya, ia mengaku mendapati fasilitas sanitasi, khususnya WC, dalam kondisi memprihatinkan dan perlu penanganan segera. Padahal, mobilitas penumpang dipastikan meningkat selama Ramadan dan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.
“Saya sempat sidak dan melihat langsung kondisi WC yang kurang layak. Ini harus segera dibenahi karena Kayan II itu wajah kita di kabupaten,” kata Syarwani kepada Radar Kaltara, Jumat (27/2).
Ia meminta Dinas Perhubungan (Dishub) Bulungan segera mengambil langkah konkret dengan merekrut tenaga kebersihan melalui skema Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP) guna memastikan kebersihan pelabuhan terjaga secara rutin.
“Saya minta ada petugas yang fokus mengurus kebersihan di sana, bukan hanya WC, tetapi juga ruang tunggu dan area kedatangan,” ungkapnya.
Menurutnya, Pelabuhan Kayan II merupakan pintu masuk utama transportasi sungai dan menjadi representasi pelayanan publik daerah. Karena itu, kebersihan dan kenyamanan harus menjadi prioritas, terutama saat arus mudik dan arus balik Lebaran.
Tak hanya penambahan petugas kebersihan, Syarwani juga berencana mengerahkan armada Pemadam Kebakaran untuk melakukan penyemprotan dan pembersihan total di seluruh area pelabuhan.
“Kita targetkan paling lambat H-10 Lebaran sudah dilakukan pembersihan menyeluruh agar kawasan Pelabuhan Kayan II bersih dan nyaman bagi masyarakat,” tambahnya.
Ia menegaskan, peningkatan pelayanan di fasilitas publik bukan sekadar rutinitas, melainkan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memberikan kenyamanan dan keamanan bagi warga.
“Kebersihan adalah bagian dari pelayanan. Kalau pelabuhan bersih dan tertata, masyarakat juga merasa dihargai,” pungkasnya. (jai/lim)