Kepala Bappeda-Litbang Bulungan, Iwan Sugiyanta mengatakan, RPJMD periode kedua merupakan kelanjutan dari fondasi pembangunan yang telah diletakkan Bupati Bulungan pada periode sebelumnya.
“RPJMD ini adalah lanjutan dari periode pertama. Dasar-dasar pembangunan sudah diletakkan, dan pada periode kedua ini fokus kita adalah memperkuat ketahanan pangan,” kata Iwan kepada Radar Kaltara, Kamis (26/2).
Menurutnya, ketahanan pangan di Bulungan tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan lokal, tetapi juga mendukung proyek strategis nasional (PSN) di daerah.
“Bulungan menjadi salah satu lokasi PSN. Maka ketahanan pangan harus mampu menjadi pendongkrak sekaligus mendukung program nasional,” tegasnya.
Lebih jauh, orientasi kebijakan pangan kini diperluas hingga pasar regional dan nasional. “Kita tidak lagi bicara lokal. Sasaran kita sudah masuk regional, yakni wilayah Kalimantan, bahkan nasional. Kemandirian pangan Bulungan harus mampu menopang kebutuhan yang lebih luas,” jelasnya.
Strategi pencapaian swasembada pangan itu diperkuat melalui program Mandau Tani, salah satu dari 15 program prioritas daerah. Program ini menekankan kolaborasi lintas OPD agar seluruh sektor pertanian bergerak terpadu.
“Mandau Tani adalah komando strategi pertanian. Seluruh OPD terkait harus berkolaborasi agar kebijakan ini benar-benar fokus mewujudkan swasembada pangan,” ungkapnya.
Selain itu, Pemda Bulungan menetapkan LP2P untuk mencegah alih fungsi lahan pertanian dan menjamin keberlanjutan produksi pangan. “Kalau kita ingin swasembada, maka harus ada jaminan terhadap lahannya. Karena itu LP2P ditetapkan agar lahan pertanian tidak dialihfungsikan,” tegasnya.
Dengan langkah tersebut, Pemda Bulungan berharap sektor pertanian dapat berkelanjutan, mendukung program PSN, dan menjadikan Bulungan sebagai penopang kebutuhan pangan regional hingga nasional.
“Dengan adanya jaminan lahan yang tidak dialihfungsikan, pertanian Bulungan akan memiliki kepastian keberlanjutan dan sejalan dengan visi pembangunan yang telah ditetapkan,” pungkasnya. (jai/lim)