Berdasarkan informasi yang dihimpun Radar Tarakan, banjir di Nunukan kali ini mulai terjadi pada Rabu (25/2). Namun, pada Kamis (26/2), banjir di beberapa daerah sudah mulai surut.
Kepala Pelaksanaan (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltara, Andi Amriampa mengatakan, saat ini pihaknya masih tahap monitoring perkembangan kondisi di lapangan.
"Jika kondisinya mendesak, segera kita turun Tim Reaksi Cepat (TRC). Saat ini Tim Reaksi Cepat BPBD Kaltara posisi stand by," ujar Andi Amriampa saat dikonfirmasi, Kamis (26/2).
Ia mengatakan, saat ini status bencana dalam posisi siaga. Pada Kamis (26/2) pagi, di Desa Mansalong, Kecamatan Lumbis, banjir yang sempat menggenangi pemukiman penduduk mulai surut.
"Di lapangan, warga bersama dengan petugas mulai melakukan pembersihan material lumpur sisa banjir kemarin," tuturnya.
Untuk diketahui, ada 10 kecamatan yang terdampak banjir yang melanda Nunukan kali ini, yakni Lumbis Hulu, Lumbis Pensiangan, Lumbis Ogong, Lumbis, Sembakung Atulai, Sembakung, Krayan, Krayan Timur, Krayan Barat dan Sebuku.
Adapun, banjir tersebut karena meluapnya permukaan air Sungai Sembakung dan sungai di wilayah Krayan akibat dari curah hujan tinggi di beberapa wilayah pada kabupaten di provinsi ke-34 Indonesia ini.
Sebagai langkah antisipasi dan kewaspadaan, pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk waspada akan potensi kenaikan permukaan air yang bisa mengakibatkan banjir. (iwk/lim)
Editor : Azward Halim