Bupati Bulungan, Syarwani mengatakan, pembangunan infrastruktur dasar tetap menjadi kebutuhan mendesak, terutama untuk wilayah antar kecamatan dan desa yang aksesnya masih terbatas.
“Pemerataan pembangunan ini bagian dari upaya membuka keterisolasian wilayah dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat," kata Syarwani kepada Radar Kaltara, Minggu (22/2).
Menurutnya, konektivitas wilayah memiliki dampak langsung terhadap distribusi barang, akses pendidikan, layanan kesehatan hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Kalau akses jalan dan jembatan baik, maka mobilitas masyarakat lancar dan roda ekonomi ikut bergerak,” tegasnya.
Ia menjelaskan, pembangunan akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi fiskal daerah dan skala prioritas kebutuhan masyarakat. “Kita sesuaikan dengan kemampuan anggaran, tetapi komitmen pemerataan tetap menjadi fokus,” katanya.
Syarwani menambahkan, sejumlah ruas jalan penghubung antar kecamatan serta jembatan yang dinilai mendesak akan masuk dalam perencanaan 2026. “Kita petakan titik-titik prioritas yang benar-benar berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat,” jelasnya.
Ia berharap, dengan pemerataan
infrastruktur tersebut, kesenjangan antarwilayah di Kabupaten Bulungan dapat ditekan secara bertahap. “Tujuan akhirnya adalah pemerataan pembangunan, sehingga tidak ada lagi wilayah yang merasa tertinggal,” pungkasnya. (jai/lim)