"Saya selaku Gubernur dan atas nama Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara sangat prihatin dengan kejadian gagal take off (lepas landas) pesawat Pertamina pengangkut BBM ini," ujar Gubernur Zainal kepada Radar Tarakan saat ditemui di Tanjung Selor, Jumat (20/2).
Orang nomor satu di Kaltara ini mengatakan bahwa informasi yang ia terima, setelah men-drop BBM 4 ton di Krayan, pesawat itu rencananya take off untuk menuju ke Tarakan.
"Tapi, kejadian naas itu terjadi. Atas kejadian ini, saya menyampaikan turut berduka cita yang mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan," tuturnya.
Mantan wakil kepala Polda Kaltara ini juga mendoakan semoga pilot pesawat yang menjadi korban kecelakaan udara ini husnulkhatimah dalam menjalankan tugas negara.
"Karena mengangkut BBM itu dilakukan dalam rangka menjalankan tugas negara. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan ketabahan," katanya.
Untuk diketahui, kecelakaan pesawat milik Pelita Air dengan nomor penerbangan PAS 7101 registrasi PK-PPA terjadi sekitar pukul 12.15 Wita di wilayah Gunung Pa’belaban, Desa Kampung Baru, Kecamatan Krayan Timur, Kabupaten Nunukan.
Pesawat yang melayani rute Long Bawan-Tarakan tersebut sebelumnya tiba di Bandara Long Bawan sekitar pukul 11.00 Wita dari Tarakan dengan membawa muatan BBM jenis pertalite sebanyak 4.000 liter dan telah melaksanakan proses bongkar muatan.
Sekitar pukul 12.10 Wita, pesawat kembali lepas landas menuju Tarakan. Tidak lama setelah lepas landas, pihak bandara menerima laporan adanya pesawat jatuh di sekitar Desa Pabetung, Kampung Baru, Kecamatan Krayan Timur.
Di lokasi kejadian ditemukan pilot pesawat, Capt. Hendrick L. Adam dalam kondisi meninggal dunia dan berada di dalam badan pesawat. Selanjutnya pada pukul 16.00 Wita, korban berhasil dievakuasi dan dibawa ke RS Pratama Krayan untuk penanganan lebih lanjut. (iwk/lim)
Editor : Azward Halim