Kapolda Kaltara Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy menegaskan kepada seluruh jajaran wajib menerjemahkan hasil Rapim Polri 2026 ke dalam rencana aksi yang terukur di setiap satuan kerja.
“Saya minta hasil Rapim Polri ini tidak berhenti di dokumen, tetapi diturunkan menjadi langkah konkret dan terukur di masing-masing satker,” kata Djati dalam arahanya.
Forum tersebut menjadi wadah konsolidasi internal untuk menyelaraskan program, target dan kebijakan di wilayah hukum Polda Kaltara. Ia menekankan, program kerja Polri harus disusun berbasis kebutuhan masyarakat dan didukung kinerja yang semakin akurat.
“Perkuat sinergi lintas fungsi, tingkatkan kualitas kinerja berbasis data, dan sesuaikan program dengan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Dalam rapat tersebut, Polda Kaltara memfokuskan pembahasan pada sejumlah agenda strategis. Mulai dari penguatan pelayanan publik yang responsif, peningkatan stabilitas kamtibmas, penegakan hukum yang profesional hingga dukungan terhadap program prioritas pusat maupun daerah.
“Keberhasilan RKP 2026 membutuhkan situasi keamanan yang kondusif dan pelayanan Polri yang semakin dekat dengan masyarakat,” katanya.
Selain itu, rapat juga menyoroti optimalisasi pengamanan wilayah, pengawasan pelaksanaan program, serta evaluasi capaian kinerja tahun sebelumnya sebagai bahan perbaikan berkelanjutan.
Djati meminta seluruh satuan kerja menyusun langkah konkret agar pelaksanaan program 2026 berjalan efektif, tepat sasaran dan dapat diukur capaian kinerjanya.
“Rapat kerja ini menjadi bagian dari kesiapan Polda Kaltara menjalankan agenda strategis Polri sekaligus mendukung keberhasilan rencana kerja pemerintah tahun 2026,” pungkasnya. (jai/lim)