Bupati Bulungan, Syarwani mengatakan, penataan Pasar Induk menjadi salah satu fokus Pemkab Bulungan sejak 2025 lalu. “Ada beberapa intervensi yang dilakukan Pemda Bulungan pada 2025 lalu. Mulai pengaspalan jalan hingga pekerjaan bangunan eks pasar ikan,” kata Syarwani kepada Radar Kaltara, Kamis (19/2).
Ia menjelaskan, bangunan eks pasar ikan tersebut saat ini telah disiapkan untuk menjadi kawasan kuliner yang lebih representatif bagi pedagang maupun pengunjung.
“Bangunan itu diperuntukkan sebagai kawasan kuliner,” ungkapnya.
Menurutnya, kawasan kuliner tersebut memiliki kapasitas kurang lebih 24 pedagang. Rencananya, tempat itu akan mulai difungsikan setelah Lebaran.
“Rencananya akan mulai difungsikan setelah Lebaran,” katanya.
Syarwani menegaskan, keberadaan kawasan kuliner ini diharapkan menjadi solusi agar aktivitas jual beli makanan di Pasar Induk lebih rapi dan tidak mengganggu akses utama pasar.
"Pengunjung bisa lebih nyaman untuk menikmati kuliner di Pasar Induk Tanjung Selor,” ucapnya.
Selain memberikan ruang usaha yang lebih layak bagi pedagang, Pemkab Bulungan juga berharap kawasan kuliner itu dapat meningkatkan daya tarik Pasar Induk sebagai pusat aktivitas ekonomi masyarakat.
“Kita ingin pasar ini bukan hanya tempat belanja, tetapi juga tempat yang nyaman untuk masyarakat,” katanya.
Pemda Bulungan memastikan penataan pasar akan terus dilakukan secara bertahap, dengan fokus pada peningkatan pelayanan publik, kebersihan, dan kenyamanan kawasan pasar.
“Ini bagian dari upaya kita menata fasilitas publik agar lebih baik,” pungkasnya. (jai/lim)