Sekda Bulungan, H. Risdianto, menyampaikan dukungan penuh terhadap implementasi sistem pembayaran digital tersebut. “Penerapan pelabuhan siap QRIS bukan sekadar modernisasi, tapi juga mempermudah masyarakat, pelaku usaha, dan memperkuat tata kelola keuangan daerah,” kata Risdianto kepada Radar Kaltara, Rabu (18/2).
Menurut Risdianto, penggunaan QRIS memungkinkan setiap transaksi tercatat dan terverifikasi secara digital, sehingga transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana dapat terjaga dengan baik.
“Setiap rupiah yang masuk kini akan terekam, memudahkan monitoring dan audit, sekaligus mengurangi risiko manipulasi,” tegasnya.
Selain itu, penerapan sistem digital ini juga membuka peluang bagi UMKM lokal untuk ikut berpartisipasi dalam ekosistem ekonomi digital di sekitar pelabuhan. Risdianto menekankan, langkah ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekaligus meningkatkan kenyamanan dan keamanan layanan publik.
“Kami ingin masyarakat merasakan kemudahan dalam setiap transaksi, cepat, aman, dan transparan. QRIS akan menjadi bagian dari layanan publik modern yang langsung berdampak pada kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Pemda Bulungan menargetkan implementasi QRIS dapat berlaku di seluruh pelabuhan utama di Bulungan dalam beberapa bulan ke depan. "Ini sebagai bagian dari komitmen digitalisasi pelayanan publik di Kalimantan Utara," pungkasnya. (jai/lim)
Editor : Azward Halim