Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Pemkab Bulungan Dorong Pelabuhan Siap QRIS untuk Digitalisasi Transaksi

Fijai RT • Kamis, 19 Februari 2026 | 03:37 WIB

Sekda Bulungan, H. Risdianto.
Sekda Bulungan, H. Risdianto.
TANJUNG SELOR - Pemkab Bulungan mendorong transformasi digital di sektor pelabuhan dengan penerapan quick response code Indonesian standard (QRIS). Langkah ini dilakukan untuk mempercepat proses transaksi, meningkatkan efisiensi layanan dan meminimalkan penggunaan uang tunai di seluruh kawasan pelabuhan Bumi Benuanta.

Sekda Bulungan, H. Risdianto, menyampaikan dukungan penuh terhadap implementasi sistem pembayaran digital tersebut. “Penerapan pelabuhan siap QRIS bukan sekadar modernisasi, tapi juga mempermudah masyarakat, pelaku usaha, dan memperkuat tata kelola keuangan daerah,” kata Risdianto kepada Radar Kaltara, Rabu (18/2).

Menurut Risdianto, penggunaan QRIS memungkinkan setiap transaksi tercatat dan terverifikasi secara digital, sehingga transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana dapat terjaga dengan baik.
“Setiap rupiah yang masuk kini akan terekam, memudahkan monitoring dan audit, sekaligus mengurangi risiko manipulasi,” tegasnya.

Selain itu, penerapan sistem digital ini juga membuka peluang bagi UMKM lokal untuk ikut berpartisipasi dalam ekosistem ekonomi digital di sekitar pelabuhan. Risdianto menekankan, langkah ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekaligus meningkatkan kenyamanan dan keamanan layanan publik.
“Kami ingin masyarakat merasakan kemudahan dalam setiap transaksi, cepat, aman, dan transparan. QRIS akan menjadi bagian dari layanan publik modern yang langsung berdampak pada kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Pemda Bulungan menargetkan implementasi QRIS dapat berlaku di seluruh pelabuhan utama di Bulungan dalam beberapa bulan ke depan. "Ini sebagai bagian dari komitmen digitalisasi pelayanan publik di Kalimantan Utara," pungkasnya. (jai/lim)

 

Editor : Azward Halim