Hingga pertengahan Februari 2026 ini, penerbangan tersebut belum kunjung beroperasi. Untuk kepastiannya, dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kalimantan Utara (Kaltara) mengaku masih menunggu update informasi dari pihak Bandara Tanjung Harapan, Tanjung Selor.
“Kami masih menunggu informasi update dari pihak Bandara Tanjung Harapan. Bisa saja ini berkaitan dengan pembaharuan izinnya yang belum selesai,” ujar Kepala Dishub Kaltara, Idham Chalid kepada Radar Tarakan saat ditemui di Tanjung Selor, Rabu (18/2).
Idham menjelaskan, Kepala Bandara Tanjung Harapan beberapa waktu lalu sempat menyampaikan bahwa perkiraannya di akhir Januari 2026, pesawat ATR-72 sudah kembali beroperasi untuk penerbangan rute Tanjung Selor - Balikpapan.
“Tapi sampai Februari ini belum juga ada informasi yang kami terima, makanya bisa saja ini berkaitan dengan pembaharuan izinnya. Karena itu sudah berakhir sejak tahun lalu,” tuturnya.
Terhadap izin tersebut, tentunya semua yang berkaitan dengan penerbangan itu harus diperbaharui. Jadi tidak hanya satu izin saja. “Kita terus koordinasikan. Itu kalau sudah ada update, pasti dari Kepala Bandara akan menghubungi kami,” tuturnya.
Selain itu, Idham juga menyampaikan bahwa sejauh ini pihaknya juga sudah melakukan lobi-lobi ke pusat, termasuk juga melakukan audiensi untuk mendatangkan maskapai baru untuk membuka pelayanan penerbangan dari Tanjung Selor ke Samarinda dan Balikpapan, termasuk juga untuk penerbangan perintis di wilayah Kaltara.
“Meskipun itu kelas penerbangan seperti ATR-42, tidak ada masalah. Jadi tidak harus yang besar-besar, yang penting penerbangannya konsisten dulu,” sebutnya.
Adapun kendala untuk penerbangan Tanjung Selor-Balikpapan saat ini yang utama adalah soal jumlah penumpang yang relatif rendah. (iwk/lim)
Editor : Azward Halim