Kepada Radar Kaltara, Ramli mengatakan, pengamatan di wilayah Kaltara dipusatkan di Satuan Radar Angkatan Udara (Satrad) 225 Tarakan.
“Di Bulungan memang tidak ada pemantauan hilal secara langsung. Semua pengamatan untuk wilayah Kaltara dilakukan di Satrad 225 Tarakan," kata Ramli kepada Radar Kaltara, Selasa (17/2).
Secara nasional, Kemenag telah menentukan 96 titik rukyatul hilal di berbagai provinsi sebagai lokasi resmi pengamatan awal puasa 2026. Ia menegaskan, meski Bulungan tidak mengadakan pengamatan langsung, masyarakat tetap dapat mengikuti informasi resmi dari pemerintah daerah maupu pusat.
“Pemantauan hilal menjadi bagian penting dari tradisi dan ketentuan penentuan awal bulan Islam, dengan mempertimbangkan posisi hilal, kondisi astronomi dan faktor cuaca," ungkapnya.
Kemenag menegaskan seluruh proses dilakukan secara ilmiah dan terkoordinasi secara nasional agar penetapan awal puasa 1447 H transparan, akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. “Masyarakat tidak perlu khawatir terkait awal puasa. Semua telah diatur secara nasional, sehingga ibadah Ramadan dapat berjalan lancar, tertib, dan serentak di seluruh wilayah Indonesia," pungkasnya. (jai/lim)
Editor : Azward Halim