Kepada Radar Kaltara, Iwan mengatakan, pada 2023 sebanyak 65 desa atau 85 persen desa di Bulungan telah memenuhi kriteria ODF. Jumlah desa ODF naik pada 2024 menjadi 71 desa atau 88 persen.
“Kami optimistis jumlah desa ODF akan terus bertambah seiring program sanitasi dan edukasi kesehatan masyarakat yang terus berjalan,” kata Iwan kepada Radar Kaltara, Senin (16/2).
Menurutnya, peningkatan desa ODF tidak hanya menunjukkan keberhasilan program pemerintah, tetapi juga kesadaran masyarakat terhadap kesehatan lingkungan. “Keberhasilan ini mencerminkan masyarakat mulai memahami pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat, terutama terkait sanitasi,” ungkapnya.
Iwan menegaskan, program ODF menjadi salah satu fokus prioritas Pemda Bulungan karena berhubungan langsung dengan kesehatan anak dan pencegahan penyakit menular. “Dengan desa ODF, risiko penyakit akibat sanitasi buruk, seperti diare dan stunting, dapat ditekan,” katanya.
Ia juga menyebut, Pemda Bulungan terus melakukan pendampingan, edukasi, dan penguatan kapasitas masyarakat untuk mencapai target ODF secara menyeluruh. “Pendampingan desa, kampanye hidup bersih, dan sosialisasi terus dilakukan agar capaian ini merata di seluruh Bulungan,” ujarnya.
Selain itu, Iwan menegaskan perlunya kolaborasi lintas sektor, mulai dari dinas kesehatan hingga aparat desa, untuk memperkuat program ODF. “Kami mengajak semua pihak untuk bersinergi demi memastikan setiap desa di Bulungan bisa menjadi desa ODF,” pungkasnya. (jai/lim)
Editor : Azward Halim