Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Stunting Bulungan Turun 15,90 Persen, Syarwani: Banyak Variabel yang Harus Dibenahi

Fijai RT • Senin, 16 Februari 2026 | 19:09 WIB

Bupati Bulungan, Syarwani.
Bupati Bulungan, Syarwani.
TANJUNG SELOR - Prevalensi stunting di Bulungan mengalami penurunan pada 2024, meski dalam beberapa tahun terakhir angka ini sempat fluktuatif. Pemkab Bulungan menegaskan, penanganan stunting harus memperhatikan banyak faktor, tidak cukup hanya fokus pada kecukupan pangan.

Bupati Bulungan Syarwani mengatakan, angka stunting Bulungan berdasarkan SSGI 2021 tercatat 22,90 persen. Kemudian turun pada 2022 menjadi 18,90 persen dan naik lagi pada 2023 berdasarkan data SKI sebesar 22,60 persen. Syarwani menyebut, pada 2024 prevalensi stunting Bulungan kembali turun menjadi 15,90 persen berdasarkan SSGI.
“Kalau kita bicara stunting tidak hanya kita lihat dari sisi kecukupan pasokan asupan pangan sendiri,” kata Syarwani kepada Radar Kaltara, Senin (16/2).

Ia menegaskan, stunting bukan persoalan tunggal yang hanya disebabkan oleh kurangnya pasokan makanan. “Saya punya keyakinan bahwa permasalahan stunting di Bulungan itu tidak hanya diciptakan karena kekurangannya pasokan itu, tetapi banyak variabel,” tegasnya.

Syarwani menilai, pola hidup masyarakat dan kebiasaan hidup sehat menjadi faktor yang harus dibenahi secara konsisten. “Pola hidup masyarakat kita, kebiasaan untuk hidup, pola hidup sehat itu juga menjadi bagian,” ujarnya.

Selain itu, ia menyoroti faktor ekonomi yang dinilai turut memengaruhi pemenuhan kebutuhan dasar keluarga. “Dari sisi pendapatan masyarakat kita karena pendapatan masyarakat rendah ini juga berpotensi terhadap pemenuhan kebutuhan pokok di masyarakat kita itu sendiri,” katanya.

Karena itu, Syarwani menegaskan penanganan stunting harus dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor. “Ke depan ini merupakan kolaborasi yang harus dilakukan bersama,” ujarnya.

Ia memastikan, upaya menekan stunting tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab pemda semata. “Tidak hanya berbicara dari sisi kepentingan pemerintah daerah, tetapi juga banyak aspek,” tegasnya.

Syarwani menyebut, pendidikan juga harus menjadi bagian penting dalam strategi menurunkan stunting di Bulungan. “Kita juga bicara dari aspek pendidikan,” katanya.

Ia menegaskan, sinergi dengan kementerian/lembaga dan Pemprov Kaltara diperlukan untuk memperkuat langkah bersama.
“Kita butuh kementerian lembaga, termasuk pemerintah provinsi, untuk kita bersinergi, berkolaborasi, minimal menekan laju prevalensi stunting yang ada di Bulungan hari ini,” pungkasnya. (jai/lim)

Editor : Azward Halim