Bupati Bulungan, Syarwani mengatakan, penetapan kawasan ini dilakukan untuk memaksimalkan potensi sumber daya alam (SDA), sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat. “Penetapan kawasan IAD ini kami lakukan agar potensi SDA Bulungan dapat dikelola secara optimal dan menjadi sumber ekonomi baru bagi warga,” kata Syarwani kepada Radar Kaltara, Minggu (15/2).
Syarwani menegaskan, pengembangan kawasan ini akan dijalankan melalui skema kerja sama dengan kementerian terkait dan mitra strategis pembangunan daerah.
“Kami membangun kerja sama yang terintegrasi agar setiap program pembangunan berjalan berkelanjutan dan memberi manfaat nyata kepada masyarakat,” ungkapnya.
Fokus pengembangan IAD Landscape Sungai Kayan mencakup sektor pertanian dan perikanan dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan. “Setiap program pembangunan akan diawasi ketat untuk memastikan keberlanjutan ekosistem sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal,” jelasnya.
Pemda Bulungan menargetkan kawasan IAD ini dapat membuka lapangan kerja baru dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. “Masyarakat harus merasakan manfaat langsung dari potensi SDA yang dikelola secara profesional dan terencana,” tegasnya.
Dengan penetapan kawasan IAD ini, Bulungan menegaskan komitmen membangun ekonomi daerah berbasis sumber daya lokal, sekaligus menjadi model pengembangan wilayah terpadu yang berkelanjutan.
"Kawasan IAD Landscape Sungai Kayan diharapkan menjadi penggerak ekonomi Bulungan, membuka peluang kerja, mendorong inovasi sektor unggulan, dan memberdayakan masyarakat desa tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan," pungkasnya. (jai/lim)