Plt Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (DKOP) Bulungan, Iwan Sugianta memastikan revitalisasi akan dilakukan dengan fokus pada pembenahan fasilitas dan penataan pengelolaan.
“Kita akan melakukan revitalisasi ulang objek wisata Gunung Putih yang merupakan ikon, memiliki nilai sejarah Bulungan dan sudah lama tidak dimaksimalkan,” kata Iwan kepada Radar Kaltara, Minggu (15/2).
Iwan menyebut, revitalisasi akan menyasar perbaikan fasilitas yang sudah ada sekaligus melengkapi sarana pendukung yang dinilai masih kurang. Menurutnya, pembenahan itu penting agar Gunung Putih kembali menarik bagi wisatawan.
“Ke depan, beberapa fasilitas akan diperbaiki dan ada beberapa yang akan dilengkapi,” ujarnya.
Meski demikian, Iwan mengakui hingga saat ini belum ada anggaran yang dialokasikan dalam APBD murni
2026. Namun, DKOP Bulungan akan mengupayakan pembiayaan melalui APBD Perubahan.
“Untuk tahun ini memang belum ada anggaran murni yang dialokasikan, tetapi diupayakan di perubahan,” tegasnya.
Iwan menambahkan, revitalisasi Gunung Putih juga sejalan dengan arah pembangunan daerah yang tertuang dalam RPJMD Bulungan. Karena itu, pihaknya menilai program tersebut perlu disiapkan sejak dini agar bisa segera dieksekusi.
“Revitalisasi ini sejalan dengan RPJMD Bulungan,” katanya.
Di sisi lain, DKOP Bulungan juga menyiapkan pendekatan kepada masyarakat sekitar. Hal itu dilakukan karena terdapat beberapa lahan yang berada di kawasan Gunung Putih namun merupakan milik warga.
“Kita juga akan melakukan pendekatan dengan masyarakat, karena ada beberapa lahan yang masuk di kawasan milik masyarakat,” ujarnya.
Menurut Iwan, keterlibatan masyarakat akan menjadi bagian penting dalam skema pengelolaan ke depan. Ia menilai, pengelolaan bersama akan memperkuat keberlanjutan objek wisata sekaligus memberi manfaat langsung bagi warga sekitar.
“Sehingga pengelolaan bisa dilakukan secara bersama-sama,” jelasnya.
Iwan berharap, jika revitalisasi berjalan dan pengelolaan semakin tertata, Gunung Putih dapat memberi kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Bulungan dari sektor pariwisata.
“Diharapkan keberadaan objek wisata ini bisa berkontribusi terhadap PAD Bulungan,” pungkasnya. (jai/lim)