Bupati Bulungan, Syarwani menyatakan telah menginstruksikan Kepala Dinas Pertanian (Disperta) Bulungan untuk bisa kembali mendapatkan alokasi pada tahun ini dalam program cetak sawah.
"Program cetak sawah akan terus diperluas," kata Syarwani, Minggu (15/2).
Syarwani menambahkan, program cetak sawah tidak hanya difokuskan di wilayah pesisir. Ia berharap pengembangan juga menjangkau wilayah hulu Sungai Kayan yang memiliki potensi lahan produktif.
“Tidak hanya di wilayah pesisir. Saya berharap bisa menyentuh wilayah yang ada di hulu Sungai Kayan,” ungkapnya.
Untuk mendukung target tersebut, Disperta Bulungan saat ini tengah melakukan pemetaan wilayah yang layak dikembangkan sebagai lahan sawah baru. Pada 2024, Bulungan memperoleh alokasi optimalisasi lahan (oplah) seluas 2.400 hektare dari Kementerian Pertanian RI.
“Pada 2024 lalu tidak kurang ada 2.400 ha untuk optimalisasi lahan oleh Kementerian Pertanian (Kementan) RI di Bulungan,” kata Syarwani.
Program ini, menurutnya, memberi dampak positif bagi petani karena hasil panen kini memiliki kepastian pasar. Gabah diserap langsung oleh Perum Bulog Cabang Bulungan dengan harga Rp 6.500 per kilogram, sedangkan jagung dihargai Rp 5.500 per kilogram.
“Gabah diambil langsung oleh Perum Bulog Cabang Bulungan dengan harga Rp 6.500 per kilogram dan jagung Rp 5.500 per kilogram,” bebernya.
Ia menilai, peluang pengembangan pertanian di Bulungan masih sangat besar. Potensi sumber daya alam (SDA) yang dimiliki daerah diyakini mampu mendukung peningkatan produksi pangan secara berkelanjutan.
“Ini menjadi peluang dengan potensi sumber daya alam di Bulungan sangat bisa dilakukan,” pungkasnya. (jai/lim)