Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Antisipasi Lonjakan Konsumsi, Pertamina Extra Dropping LPG 3 Kg di Kalimantan

Fijai RT • Sabtu, 14 Februari 2026 | 13:10 WIB

TAMBAHAN KUOTA: Petugas saat melakukan pengisian LPG 3 kg.
TAMBAHAN KUOTA: Petugas saat melakukan pengisian LPG 3 kg.
TANJUNG SELOR - Menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadhan dan Nyepi 2026, PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan memperkuat pasokan energi dengan menambah distribusi LPG 3 kg dan menggelar operasi pasar di sejumlah wilayah.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Edi Mangun mengatakan, Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan melakukan penguatan pasokan energi melalui penambahan extra dropping LPG 3 kilogram serta pelaksanaan operasi pasar di berbagai wilayah kalimantan.
"Secara total, Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan menyalurkan extra dropping LPG 3 kilogram lebih dari 890 metrik ton yang tersebar di seluruh provinsi di kalimantan," kata Edi dalam keterangan tertulis yang diterima Radar Kaltara, Sabtu (14/2).

Menurutnya, penambahan tersebut dilakukan sebagai langkah antisipatif untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi, seiring meningkatnya konsumsi menjelang dan selama periode Ramadan serta Nyepi.
“Penambahan ini merupakan langkah antisipatif untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi seiring meningkatnya konsumsi menjelang dan selama periode Ramadan serta Nyepi,” ungkapnya.

Edi menegaskan, penambahan pasokan dilakukan secara terukur dan mengacu pada proyeksi kebutuhan di masing-masing wilayah. Ia memastikan distribusi LPG 3 kg dalam kondisi aman dan mencukupi.
“Penambahan pasokan dilakukan secara terukur dan berdasarkan proyeksi kebutuhan masing-masing wilayah,” katanya.

Ia menambahkan, extra dropping dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan permintaan sekaligus menjaga stabilitas pasokan dan harga LPG bersubsidi di lapangan.
“Extra dropping dilakukan untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan masyarakat, sekaligus menjaga stabilitas pasokan dan harga di lapangan,” tegasnya.

Selain penambahan pasokan, Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan juga menggelar operasi pasar LPG 3 kg di sejumlah titik strategis. Kegiatan itu dilaksanakan bersama pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait.
“Selain penambahan pasokan, Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan juga menggelar operasi pasar LPG 3 kilogram di sejumlah titik strategis bekerja sama dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait,” ungkapnya.

Edi menyebut, operasi pasar bertujuan memastikan masyarakat bisa mendapatkan LPG bersubsidi sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah daerah.
“Operasi pasar ini bertujuan untuk memastikan masyarakat dapat memperoleh LPG bersubsidi sesuai HET yang telah ditetapkan pemerintah daerah,” ujarnya.

Untuk memastikan penyaluran tepat sasaran, Pertamina Patra Niaga juga melakukan monitoring distribusi secara intensif. Pengawasan dilakukan melalui koordinasi dengan agen dan pangkalan resmi, sekaligus memperkuat pengawasan di lapangan.
“Pertamina Patra Niaga terus melakukan monitoring distribusi secara intensif melalui koordinasi dengan agen dan pangkalan resmi, serta memperkuat pengawasan lapangan guna memastikan penyaluran LPG bersubsidi tepat sasaran,” jelasnya.

Edi pun mengimbau masyarakat agar membeli LPG 3 kg di pangkalan resmi, serta tidak melakukan pembelian berlebih agar distribusi tetap merata.
“Masyarakat diimbau untuk membeli LPG 3 kilogram di pangkalan resmi dan tidak melakukan pembelian berlebih,” katanya.

Ia menambahkan, apabila masyarakat menemukan kendala distribusi atau indikasi harga tidak sesuai HET, masyarakat dapat melaporkan kepada Pertamina melalui kanal pengaduan resmi.
“Apabila masyarakat menemukan kendala distribusi atau indikasi harga tidak sesuai HET, dapat menghubungi Pertamina,” pungkasnya. (jai/lim)

Editor : Azward Halim