Kepala Kanwil Kemenag Kaltara, H. Muhamad Saleh menegaskan, penguatan kerukunan umat beragama sejalan dengan arah kebijakan strategis Asta Protas Kemenag yang menempatkan nilai kemanusiaan sebagai inti pelayanan keagamaan. Saleh menekankan, kerukunan tidak cukup dimaknai sebatas menjaga harmoni, melainkan harus dibangun sebagai kesadaran bersama bahwa keberagaman merupakan kekuatan bangsa.
“Kerukunan bukan hanya soal menjaga harmoni, tetapi membangun kesadaran kolektif bahwa keberagaman adalah kekuatan bangsa,” kata Saleh kepada Radar Kaltara, Jumat (13/2).
Menurutnya, Asta Protas Kemenag menjadi pedoman kerja yang menegaskan pentingnya kerukunan serta cinta kemanusiaan dalam seluruh layanan dan program.
“Kami memaknai Asta Protas Kementerian Agama sebagai panduan kerja yang menekankan kerukunan dan cinta kemanusiaan,” ungkapnya.
Saleh menyebut, penerapan nilai tersebut harus tercermin dalam pelayanan yang menghadirkan rasa saling menghormati, empati, dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
“Artinya, setiap program dan pelayanan harus menghadirkan rasa saling menghormati, empati, dan kepedulian sosial,” ujarnya.
Ia menegaskan, ketika nilai kemanusiaan dijadikan landasan, maka perbedaan tidak menjadi penghalang, tetapi menjadi penguat hubungan sosial dan persaudaraan.
“Ketika nilai kemanusiaan menjadi landasan, maka perbedaan tidak menjadi jarak, tetapi menjadi jembatan persaudaraan,” tegasnya.
Saleh menambahkan, implementasi nilai tersebut di Kaltara terus diperkuat melalui kolaborasi lintas pihak, termasuk pemerintah daerah, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), tokoh agama, dan masyarakat.
“Implementasi nilai tersebut di Kalimantan Utara terus kami perkuat melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah, FKUB, tokoh agama, dan masyarakat,” katanya.
Ia menjelaskan, upaya penguatan kerukunan itu diarahkan agar rumah ibadah, lembaga pendidikan dan ruang sosial keagamaan menjadi pusat pembinaan toleransi serta solidaritas. “Upaya ini diarahkan untuk memastikan rumah ibadah, lembaga pendidikan serta ruang sosial keagamaan menjadi pusat pembinaan karakter toleransi dan solidaritas,” ujarnya.
Menurutnya, kerukunan yang dilandasi cinta kemanusiaan akan melahirkan masyarakat yang inklusif, damai, dan saling menopang di tengah keberagaman. “Kerukunan yang dilandasi cinta kemanusiaan akan melahirkan masyarakat yang inklusif, damai dan saling menopang,” ujarnya.
Saleh menegaskan, semangat Asta Protas tersebut terus dihidupkan Kanwil Kemenag Kaltara dalam setiap program, agar kerukunan tidak hanya menjadi slogan, tetapi menjadi budaya sosial.
“Inilah semangat Asta Protas yang terus kami hidupkan di daerah,” pungkasnya. (jai/lim)