Jaringan pipa induk yang diserahterimakan dari salah satu Perusahaan itu memiliki panjang 5.232 meter, menghubungkan wilayah Silva Rahayu di Kecamatan Tanjung Palas Tengah hingga Desa Kelubir di Kecamatan Tanjung Palas Utara.
Bupati menyampaikan apresiasi atas dukungan berbagai pihak dalam upaya pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya penyediaan air bersih. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, perusahaan dan pihak terkait lainnya dalam mendukung pembangunan yang berkelanjutan.
“Saya berharap, walaupun kegiatan pertambangan berakhir, bukan berarti PT PKN meninggalkan Desa Kelubir. Justru kita ingin mendorong agar kawasan ini berkembang menjadi kawasan ekonomi baru melalui kolaborasi antara perusahaan, pemerintah daerah, dan pemerintah desa,” ujar Bupati.
Tahun ini, Pemkab Bulungan melalui APBD dan Dinas Pekerjaan Umum mengalokasikan anggaran sekitar Rp 1,4 miliar untuk pembangunan sistem penyediaan air minum (SPAM). Pekerjaan tersebut merupakan kelanjutan program sebelumnya dari Silva Rahayu hingga Kelubir, termasuk pembangunan sambungan rumah.
“Apabila selesai, kapasitasnya sekitar 10 liter per detik dan diharapkan mampu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat Desa Kelubir dan Desa Silva Rahayu,” jelasnya.
Saat ini, baru 4 dari total 8 RT di Desa Kelubir yang telah menikmati sambungan rumah. Pemerintah daerah memprioritaskan wilayah yang belum terlayani serta mengintegrasikan sistem dengan program Pamsimas yang sudah ada agar pemanfaatannya lebih optimal.
Pemkab Bulungan menegaskan komitmennya untuk terus memenuhi kebutuhan dasar masyarakat di berbagai wilayah, terutama pelayanan air bersih, kesehatan, dan administrasi kependudukan. (dra/lim)
Editor : Azward Halim