Salah satunya program sekolah rakyat yang dihadirkan dengan tujuan untuk memberikan pendidikan kepada masyarakat umum, terutama anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Saat ini pembangunan sekolah rakyat di beberapa daerah sudah ada yang selesai dan diresmikan. Bahkan, ada beberapa daerah yang masih mengajukan, termasuk di antaranya Kalimantan Utara (Kaltara).
Gubernur Kaltara, Dr. H. Zainal Arifin Paliwang, S.H, M.Hum, mengatakan bahwa saat ini Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara masih terus memperjuangkan untuk disetujuinya usulan pembangunan sekolah rakyat di wilayah Kaltara.
"Untun Sekolah Rakyat, saat ini kita masih cari lokasi lebih kurang 10 hektare. Itu untuk di Kabupaten Bulungan," ujar Gubernur Zainal kepada Radar Tarakan saat dikonfirmasi beberapa waktu lalu.
Menurut wakil kepala Kepolisian Daerah (Polda) Kaltara pertama ini, kehadiran sekolah rakyat di provinsi ke-34 Indonesia ini masih sangat dibutuhkan oleh masyarakat.
"Itu ada kita ajukan di dua desa, di Desa Gunung Sari dan Ardi Mulyo. Semoga prosesnya berjalan lancar," tuturnya.
Selain di Kabupaten Bulungan, sebelumnya untuk di Kaltara juga sudah ada diajukan di Kota Tarakan. Saat ini yang di Kota Tarakan itu sudah operasional sejak tahun 2025.
Untuk diketahui, secara nasional, sekolah rakyat yang diresmikan Presiden Prabowo sudah ada pada 166 titik dengan sebaran di beberapa provinsi di Indonesia, termasuk satu di antaranya yang di Kota Tarakan. (iwk/lim)
Editor : Azward Halim