Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

DP3AP2KB Bulungan Bentuk Tim Penyusun GDPK 2026-2045, Andriana: SDM Unggul Harus Disiapkan Sejak Sekarang

Fijai RT • Rabu, 11 Februari 2026 | 19:48 WIB

BAHAS KEPENDUDUKAN: Suasan rapar pembentukan tim GDPK 2026-2045.
BAHAS KEPENDUDUKAN: Suasan rapar pembentukan tim GDPK 2026-2045.
TANJUNG SELOR – DP3AP2KB Bulungan gelar rapat pembentukan tim penyusunan Grand Design Pembangunan Kependudukan (GDPK) Bulungan 2026-2045. Ini dilakukan sebagai upaya menyiapkan arah pembangunan kependudukan.

Kepala DP3AP2KB Bulungan, Hj. Andriana menegaskan, pembentukan tim ini menjadi langkah awal yang sangat penting untuk memastikan pembangunan kependudukan daerah berjalan terarah, terukur dan berkelanjutan.
“Langkah awal ini sangat krusial untuk memetakan arah pembangunan kependudukan yang terstruktur dan berkelanjutan,” kata Hj Andriana kepada Radar Kaltara, Rabu (11/2).

Ia menjelaskan, GDPK akan menjadi dokumen strategis yang menyusun peta jalan pembangunan kependudukan Bulungan dalam kurun waktu 2026-2045. Dokumen tersebut nantinya menjadi pedoman lintas sektor, bukan hanya untuk satu perangkat daerah.
“Dengan perencanaan yang matang, kita persiapkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Bulungan yang unggul dan kompetitif hingga dua dekade mendatang,” tegasnya.

Andriana menambahkan, DP3AP2KB telah membentuk tim khusus untuk merancang strategi besar pembangunan kependudukan, mulai dari perencanaan, pengumpulan data, analisis hingga penyusunan rekomendasi kebijakan yang dapat dijalankan secara bertahap.
“Tim khusus dibentuk untuk menyusun strategi besar pembangunan kependudukan Kabupaten Bulungan periode 2026-2045,” ujarnya.

Menurutnya, GDPK akan menjadi salah satu fondasi penting untuk menjawab tantangan kependudukan yang terus berkembang, termasuk isu kualitas keluarga, bonus demografi, pemerataan pembangunan, serta penguatan daya saing generasi muda.
“Fokus utama kita adalah menciptakan keselarasan antar kuantitas dan kualitas penduduk demi kesejahteraan bersama,” jelasnya.

Ia menegaskan, pembangunan kependudukan tidak bisa dipahami semata sebagai persoalan jumlah penduduk. Namun lebih luas, menyangkut kualitas hidup, kesehatan, pendidikan, ketahanan keluarga, hingga produktivitas masyarakat. “Pembangunan kependudukan harus menyentuh kualitas manusia, karena itulah yang menentukan masa depan Bulungan,” katanya.

Andriana menyampaikan, GDPK menjadi bagian penting dalam menyiapkan Bulungan menghadapi target pembangunan jangka panjang, termasuk menyongsong visi Indonesia Emas 2045. “Persiapannya harus dimulai sekarang, melalui dokumen yang kuat dan terukur,” jelasnya. (jai/lim)

Editor : Azward Halim