Upacara pembukaan digelar Selasa (10/2/2026) di halaman Kantor Bupati Bulungan dan dihadiri unsur TNI, perangkat daerah, serta perwakilan masyarakat. Seperti pelaksanaan sebelumnya, TMMD mengusung tema “TMMD Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa”.
Bupati Bulungan Syarwani menyampaikan apresiasi atas keterlibatan TNI dalam mendukung pembangunan desa. Ia menyebut program ini sebagai bentuk kemanunggalan TNI dan rakyat serta sejalan dengan agenda pemerataan pembangunan daerah.
Namun, di balik seremoni pembukaan, efektivitas dan keberlanjutan program kembali menjadi perhatian. TMMD kerap diposisikan sebagai solusi percepatan pembangunan di wilayah pedesaan, tetapi pertanyaan mendasar tetap muncul: sejauh mana program ini mampu menjawab kebutuhan struktural desa, dan bukan sekadar intervensi jangka pendek?
Pada TMMD ke-127 ini, sasaran fisik utama meliputi pembangunan badan jalan sepanjang sekitar 3.500 meter dengan lebar enam meter serta pembangunan jembatan sementara berbahan kayu log. Selain itu, terdapat rehabilitasi rumah tidak layak huni, pembangunan MCK, pengecatan rumah ibadah, dan penyediaan sumber air bersih.
Pembangunan jalan dan jembatan sementara dinilai penting untuk membuka akses ekonomi warga. Namun, penggunaan material kayu log untuk jembatan sementara menimbulkan pertanyaan terkait daya tahan dan rencana tindak lanjut setelah program berakhir. Tanpa perencanaan lanjutan yang jelas, infrastruktur berisiko mengalami kerusakan dalam waktu singkat dan kembali membebani anggaran daerah.
Di sisi nonfisik, kegiatan meliputi penyuluhan wawasan kebangsaan, pertanian, perikanan, ketahanan pangan, hingga layanan kesehatan dan penanganan stunting. Meski ragam kegiatan cukup luas, tantangan utamanya adalah memastikan dampak jangka panjang, bukan hanya kegiatan seremonial atau administratif selama masa TMMD berlangsung.
Sejumlah kalangan menilai, sinergi TNI dan pemerintah daerah memang dapat mempercepat realisasi proyek fisik. Namun, pembangunan desa tetap membutuhkan konsistensi kebijakan, penganggaran berkelanjutan, serta penguatan kapasitas pemerintah desa agar tidak bergantung pada program periodik seperti TMMD.
Bupati Bulungan menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mendukung pelaksanaan TMMD dan mengajak masyarakat berpartisipasi aktif. Partisipasi warga dinilai krusial, bukan hanya dalam tahap pelaksanaan, tetapi juga dalam pengawasan serta pemeliharaan hasil pembangunan.
Keberhasilan TMMD ke-127 pada akhirnya tidak hanya diukur dari selesainya pembangunan fisik dalam dua bulan, tetapi dari sejauh mana infrastruktur dan program sosial yang dijalankan benar-benar meningkatkan akses ekonomi, kualitas hidup, dan kemandirian masyarakat Desa Salimbatu dalam jangka panjang. Tanpa evaluasi terbuka dan transparansi anggaran, program ini berisiko menjadi rutinitas tahunan tanpa perubahan signifikan bagi desa sasaran. (dra/lim)
Editor : Azward Halim