Dalam acara tersebut ditegaskan, kemampuan literasi sejak usia dini akan membentuk generasi yang cerdas, kritis dan berwawasan luas.
Diketahui, literasi bukan hanya kemampuan membaca atau kemampuan menulis, tetapi juga bagaimana menyerap informasi yang ada, mengolah sehingga berguna untuk kehidupan.
“Penting sekali literasi anak sejak dini karena untuk membangun potensi anak mulai dari kecil. Daya kritis mereka dibangun agar lebih percaya diri," imbuh Nurhandayani.
Dia melanjutkan, keluarga dan perpustakaan berperan besar menyediakan akses buku bacaan anak. Keluarga bisa mengajak anak berkunjung ke perpustakaan atau taman baca masyarakat yang ada di wilayahnya yang terdekat. Bisa juga menghadiahkan buku pada momen-momen tertentu. Seperti di hari ulang tahun, hari anak, ataupun di hari pendidikan.
Nurhandayani mengatakan, dengan beragam refrensi buku yang diberikan kepada anak sejak usia dini, wawasan dan kemampuannya akan berkembang seiring bertambahnya usia. Dia juga meyakini, minat baca anak apabila dibangun sejak awal, akan membiasakan anak untuk terus tumbuh menjadi pribadi yang matang.
"Pemberian buku dari lingkungan keluarga kepada anak, sangat kita harapkan. Mari kita sama-sama membangun minat baca anak. Kita berharap kemampuan literasi anak-anak kita berkembang pesat dan tumbuh menjadi pribadi yang cerdas," ajak Nurhandayani.
Sementara itu, perpustakaan di Bulungan juga menyediakan sejumlah layanan. Seperti perpustakaan keliling setiap hari Minggu di area Tebu Kayan. Lalu layanan bimbingan belajar Bahasa Inggris, kerajinan tangan dan sebagainya.
“Jadi keluarga dan perpustakaan itu saling melengkapi. Keluarga memberikan bagaimana membiasakan untuk anak bisa membaca, menulis, atau kegiatan yang lainnya yang berhubungan dengan literasi. Sedangkan perpustakaan menyiapkan akses seperti adanya buku ataupun kegiatan program lainnya,” pungkasnya. (dra/lim)
Editor : Azward Halim