Data ini tertuang dalam materi pembahasan musyawarah rencana pembangunan (musrenbang) yang sedang berjalan sejak dua pekan terakhir. Musrenbang kecamatan menjadi rangkaian dalam mempersiapkan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027.
"Musrenbang kecamatan sedang berjalan. Nanti akan dilanjutkan ke tingkat Musrenbang kabupaten. Ini merupakan tahapan untuk penyusunan RKPD 2027," terang Kepala Bappeda dan Litbang Bulungan, Iwan Sugiyanta.
Kendati mengalami penurunan belanja, Pemkab Bulungan tetap optimis menyelaraskan program-program prioritas tetap berjalan efektif. Demikian halnya untuk pengalokasian dana desa (DD), meski cenderung turun, pemerintah tetap memberikan perhatian ekstra.
Berdasarkan data Bappeda dan Litbang Bulungan, tahun ini, DD dialokasikan sebesar Rp 6,80 miliar. Sementara alokasi dana desa (ADD) sebesar Rp 116,53 miliar. Pemkab Bulungan turut mengefektifkan pengalokasian transfer anggaran kabupaten berbasis ekologi (TAKE) sebesar Rp 7 miliar untuk 41 desa.
Program yang menjadi bagian dari ADD ini, merupakan manifestasi dari
kepedulian Pemkab Bulungan dalam melestarikan lingkungan hidup. Tujuan program TAKE yakni mengintegrasikan kemasyarakatan, pengelolaan lingkungan dan hutan kemasyarakatan.
"Mempertahankan fungsi ekologi sebagai bentuk pelestarian lingkungan hidup," jelas Bupati Bulungan, Syarwani ketika memberi penjelasan terkait program TAKE dalam beberapa kesempatan.
Menurut bupati, bobot kriteria TAKE menyentuh berbagai kepentingan hidup masyarakat seperti, perlindungan sumber daya air (PSDA), pelestarian tutupan lahan bervegetasi (PTLB), pengelolaan persampahan (PP), pengembangan sarana dan prasarana (PSP), pengembangan pertanian berkelanjutan (PPB), pencegahan dan pengendalian kebakaran hutan dan lahan di area penggunaan lain non perilinan (PPKHAPLNP).
"Cakupan TAKE cukup luas. Kita mengharapkan efektivitas penggunaan ADD dapat menjangkau kebutuhan masyarakat, tanpa mengabaikan pelestarian lingkungan," pungkas bupati. (dra/lim)
Editor : Azward Halim