Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menuju kedaulatan pangan di daerah.
Diketahui, terdapat beberapa titik strategis pengembangan lahan CSR yang tahun ini dilaksanakan. Meliputi Kecamatan Tanjung Palas seluas 164,7 hektare (mencakup SP 3 seluas 91,26 hektare dan Tanjung Buyu RT 9 seluas 73,44 hektare).
Lalu Kecamatan Tanjung Palas Tengah terdiri Desa Tanjung Buka seluas 431,54 hektare (mencakup SP 6B, SP 8, SP 9 dan SP 10) dan Desa Salimbatu seluas 211,87 hektare (mencakup Hamparan 1, Hamparan 2 dan SP 6A).
Kegiatan yang menjadi bagian dari program Swasembada Pangan ini sejalan dengan visi misi Kabupaten Bulungan. Wabup pun berpesan agar para petani dapat memanfaatkan lahan CSR ini sebaik-baiknya, minimal 2 kali masa tanam dalam setahun.
"Program ini sejalan dengan visi misi Kabupaten Bulungan yaitu berdaulat pangan. CSR harus ini harus benar-benar dijalankan untuk mencapai target swasembada pangan," ucap Wabup.
Menurutnya lagi, cetak sawah rakyat menjadi program utama dalam penguatan pangan lokal di daerah. Selain itu, program ini menjadi nilai tambah bagi penghasilan petani lokal yang menggarap CSR.
"Targetnya harus bisa panen dua kali masa tanam dalam setahun. Hasil panen kemudian digunakan untuk pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat. Dengan adanya puluhan hektare CSR, kita harapkan hasil produksi padi meningkat pesat," pungkas Kilat.
Selain program CSR, Bulungan juga tengah menjalankan program Optimasi Lahan (Oplah) untuk berbagai jenis tanaman pangan. Seluruh porgram ini menjadi bagian untuk mewujudkan misi kemandirian pangan di daerah maupun secara nasional. (dra/lim)
Editor : Azward Halim