Bunda Literasi Bulungan, Sri Nur Handayani mengatakan, kunjungan ini adalah bentuk dukungan nyata untuk meningkatkan budaya membaca dan penguatan literasi masyarakat. Ia menegaskan, TBM menjadi ruang penting bagi anak-anak dan generasi muda untuk mendapatkan akses belajar yang lebih luas.
“TBM ini harus terus hidup dan berkembang karena menjadi ruang belajar bagi anak-anak dan generasi muda,” kata Sri kepada Radar Kaltara, Sabtu (7/2).
Dalam kunjungannya, Sri menyapa masyarakat dan anak yang hadir sekaligus memberi motivasi agar TBM dimanfaatkan secara maksimal.
“Saya senang bisa bertemu langsung dengan anak-anak dan masyarakat, sekaligus memberikan semangat agar TBM ini terus aktif,” ucapnya.
Ia berharap TBM tidak hanya menjadi tempat membaca, tetapi juga menjadi ruang kreativitas dan pusat kegiatan positif di desa.
“TBM harus menjadi ruang belajar, ruang kreativitas, dan pusat kegiatan literasi yang bermanfaat bagi warga,” tegasnya.
Sri mendorong agar anak di wilayah pesisir memiliki kebiasaan membaca sejak dini, sehingga dapat tumbuh menjadi generasi yang lebih siap menghadapi tantangan masa depan.
“Minat baca harus ditumbuhkan sejak dini, karena literasi adalah bekal untuk masa depan,” katanya.
Menurutnya, penguatan literasi adalah salah satu langkah penting untuk mendorong kemajuan daerah, termasuk dalam membangun kualitas sumber daya manusia.
“Kita ingin Bulungan semakin maju, dan salah satu jalannya adalah melalui literasi,” ujarnya.
Melalui kegiatan tersebut, Pemda Bulungan berharap budaya membaca semakin tumbuh di tengah masyarakat, terutama di desa pesisir, sekaligus memperkuat semangat belajar warga.
“Kegiatan ini diharapkan menumbuhkan semangat membaca dan minat belajar masyarakat Desa Apung,” pungkasnya. (jai/lim)