Kepada Radar Kaltara, Syarwani menyebut, sinergi pusat dan daerah menjadi kunci agar percepatan pembangunan berjalan efektif dan berdampak langsung bagi masyarakat.
“Intinya adalah mensinergikan antar program nasional dengan program yang dilaksanakan di daerah,” kata Syarwani kepada Radar Kaltara, Jumat (6/2).
Menurutnya, Presiden kembali menekankan target percepatan pembangunan yang harus dijalankan secara bersama, termasuk melalui berbagai program Asta Cita.
“Tentu mengulang kembali apa yang menjadi target percepatan pencapaian yang dilaksanakan oleh Pak Presiden hari ini, ya salah satunya melalui program Asta Cita,” ungkapnya.
Syarwani menjelaskan, Asta Cita mencakup sejumlah program prioritas yang saling berkaitan, mulai dari kedaulatan pangan, Koperasi Merah Putih, hingga program makanan bergizi gratis (MBG).
“Tentu bicara tentang kedaulatan pangan, kita bicara tentang Koperasi Merah Putih, MBG itu diberikan penguatan kembali supaya ini bisa betul-betul sinergi,” tegasnya.
Ia mengungkapkan, Presiden juga menyampaikan data bahwa program MBG telah berkontribusi besar terhadap penyerapan tenaga kerja di Indonesia.
“Dari data yang disampaikan oleh Pak Presiden bahwa selama MBG hari ini jumlah penciptaan lapangan kerja dari program MBG itu sudah mencapai 1 juta,” ungkapnya.
Syarwani menilai, penciptaan lapangan kerja dalam skala besar itu menjadi salah satu solusi dalam menekan angka pengangguran.
“Satu juta lapangan pekerjaan yang diciptakan, ya tentu itu juga menjadi sesuatu, menjadi solusi,” katanya.
Ia menambahkan, MBG merupakan bagian dari upaya Presiden untuk menjawab kebutuhan tenaga kerja yang terus meningkat.
“Menekan angka pengangguran dan lain sebagainya itu juga menjadi ikhtiar Presiden hari ini dengan salah satunya melalui program MBG itu,” ucapnya.
Syarwani memastikan program MBG juga telah berjalan di Bulungan dan akan terus diperkuat ke depan. Dan, salah satunya pasti juga akan ada di Bulungan yang sudah sampai hari ini berjalan. Meski demikian, ia mengakui program berskala nasional tentu tidak lepas dari kekurangan dan tantangan di lapangan.
“Terlepas ada program-program itu, ya kekurangannya pasti,” katanya.
Namun, ia menyebut program MBG mendapatkan apresiasi luas, bahkan menjadi perhatian sejumlah negara yang ingin mempelajari pelaksanaannya di Indonesia.
“Beberapa negara datang ke beliau dan menyampaikan mempelajari bagaimana pelaksanaan program itu di Indonesia,” ungkapnya.
Ia menambahkan, program tersebut juga disebut diakui sukses oleh lembaga internasional. “Yang tentu oleh PBB termasuk itu diakui sukses, sangat sukses per hari, MBG itu,” katanya.
Syarwani menegaskan, pemerintah pusat akan menindaklanjuti penguatan program tersebut, termasuk melalui dukungan ketahanan pangan.
“Itu yang nanti akan menjadi follow up lebih lanjut dari pemerintah pusat ya termasuk juga dengan program ketahanan pangan,” ujarnya.
Menurutnya, ketahanan pangan menjadi salah satu penopang utama keberhasilan MBG karena berhubungan langsung dengan ketersediaan bahan pangan.
“Karena pasti ketahanan pangan ini kan salah satunya support untuk kesuksesan program MBG itu,” tegasnya.
Ia menilai, sinergi program nasional seperti Asta Cita tidak berdiri sendiri, melainkan saling mendukung dan menjadi satu sistem.
“Program Asta Cita ini tidak berdiri masing-masing, tapi menjadi support system antara satu dengan program yang lainnya,” ujarnya.
Dengan sinergi tersebut, Syarwani optimistis dampak program nasional dapat dirasakan lebih luas hingga ke daerah, termasuk di Bulungan.
“Sehingga pencapaian itu saling mendukung,” pungkasnya. (jai/lim)