Kepala BPS Kaltara, Mustaqim mengatakan, pertumbuhan ekonomi Kaltara ini terjadi pada seluruh lapangan usaha, dengan sumbangan tertinggi lapangan usaha konstitusi.
"Lapangan usaha konstitusi menyumbang 11,17 persen. Kemudian diikuti penyediaan akomodasi dan makan minum 9,99 persen, serta perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor 9,84 persen," ujar Mustaqim kepada Radar Tarakan, Jumat (6/2).
Namun, pertambangan dan penggalian yang memiliki peran dominan terhadap pertumbuhan ekonomi Kaltara terkontraksi 1,09 persen. Sedangkan untuk pertanian, kehutanan dan perikanan tumbuh 2,60 persen.
Untuk struktur Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kaltara menurut lapangan usaha atas dasar harga berlaku masih didominasi lima lapangan usaha utama, yakni pertambangan dan penggalian 26,84 persen.
Kemudian diikuti pertanian, kehutanan dan perikanan 14,87 persen, perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor 13,73 persen, konstruksi 13,70 persen, serta industri pengolahan 8,75 persen.
"Peran kelima lapangan usaha ini mencapai 77,89 persen dalam perekonomian Kalimantan Utara," sebutnya.
Sedangkan menurut pengeluaran, pertumbuhan ekonomi Kaltara terjadi pada hampir seluruh komponen PDRB pengeluaran.
Dalam hal ini, pertumbuhan tertinggi terjadi pada komponen pengeluaran konsumsi rumah tangga sebesar 5,74 persen. Lalu diikuti komponen pengeluaran konsumsi lembaga nonprofit rumah tangga 4,66 persen, komponen pembentukan modal tetap bruto 4,47 persen dan komponen ekspor barang dan jasa 2,98 persen.
"Sementara komponen pengeluaran konsumsi pemerintah mengalami kontraksi sebesar 3,79 persen. Menurut pengeluaran atas dasar harga berlaku tahun 2025, struktur PDRB Kaltara tidak menunjukkan perubahan yang berarti," pungkasnya. (iwk/lim)
Editor : Azward Halim