Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Remaja 16 Tahun Tenggelam di Sungai Giram Pendek Sekatak, Tim Gabungan Lakukan Pencarian

Fijai RT • Rabu, 4 Februari 2026 | 20:13 WIB

PENCARIAN: Warga melakukan pencarian terhadap remaja yang tenggelam di Sungai Giram Pendek, Sekatak, Bulungan, Rabu (4/2).
PENCARIAN: Warga melakukan pencarian terhadap remaja yang tenggelam di Sungai Giram Pendek, Sekatak, Bulungan, Rabu (4/2).
TANJUNG SELOR – Seorang remaja perempuan berusia 16 tahun dilaporkan tenggelam di Sungai Giram Pendek, RT 03, Desa Paru Abang, Kecamatan Sekatak, Kabupaten Bulungan, Rabu (4/2) sekitar pukul 15.00 Wita. Hingga saat ini, korban belum ditemukan dan proses pencarian masih berlangsung.

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Bulungan, Rafidin mengatakan, kejadian bermula saat korban mendatangi rumah temannya untuk mengajak mandi di sungai.
“Kejadian terjadi pada Rabu sekitar pukul 15.00 WITA. Korban mendatangi saksi untuk mengajak mandi di Sungai Giram Pendek, Desa Paru Abang,” kata Rafidin kepada Radar Kaltara, Rabu (4/2).

Berdasarkan keterangan saksi, korban bersama temannya berboncengan menggunakan sepeda motor menuju lokasi.

PENCARIAN: Warga melakukan pencarian terhadap remaja yang tenggelam di Sungai Giram Pendek, Sekatak, Bulungan, Rabu (4/2).
PENCARIAN: Warga melakukan pencarian terhadap remaja yang tenggelam di Sungai Giram Pendek, Sekatak, Bulungan, Rabu (4/2).

“Korban dan saksi berangkat bersama menuju sungai menggunakan sepeda motor,” ungkapnya.

Setibanya di Sungai Giram Pendek, korban langsung mandi di bagian sungai, sementara saksi berendam di pinggir. “Sesampainya di sungai, korban mandi, sedangkan saksi berendam di pinggir,” jelasnya.

Namun setelah saksi selesai mandi dan mengajak pulang, korban sudah tidak terlihat di lokasi. “Saat saksi mengajak pulang dan melihat lokasi korban mandi, korban sudah tidak ada,” ungkapnya.

Saksi sempat melakukan pencarian di sekitar sungai, tetapi korban tidak ditemukan. Kejadian itu kemudian dilaporkan kepada orang tua saksi dan diteruskan ke pihak terkait.
“Saksi sempat mencari, tetapi korban tidak ditemukan, lalu melaporkan kejadian tersebut,” kata Rafidin.

Rafidin menambahkan, saat kejadian kondisi sungai memang sedang surut, tetapi arus air cukup deras. “Posisi air sungai saat itu surut, tetapi arus sungai dalam keadaan deras,” tegasnya.

BPBD Bulungan mencatat ciri-ciri korban saat terakhir terlihat, yakni menggunakan celana panjang kain polos warna cokelat dan kaos oblong warna oranye kekuningan.
“Korban menggunakan celana panjang kain polos warna cokelat dan kaos oblong warna oranye kekuningan,” ujarnya.

Proses pencarian dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari Polsek Sekatak, Koramil Sekatak serta masyarakat Desa Paru Abang. “Pencarian melibatkan Kapolsek Sekatak beserta anggota, Koramil, dan masyarakat,” kata Rafidin.

Dalam pencarian, tim menggunakan perahu ketinting dan peralatan seadanya untuk menyisir aliran sungai. “Pencarian dilakukan menggunakan perahu ketinting dan alat seadanya,” jelasnya.

Hingga Rabu sore, korban masih belum ditemukan dan pencarian terus dilanjutkan. “Sampai saat ini korban belum ditemukan dan proses pencarian masih berlangsung,” pungkasnya. (jai/lim)

Editor : Azward Halim