Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Polda Kaltara Gelar Operasi Keselamatan Kayan Selama 14 Hari

Fijai RT • Selasa, 3 Februari 2026 | 05:09 WIB

APEL: Wakapolda Kaltara Brigjen Pol Andries Hermanto memimpin apel gelar pasukan di Mapolda Kaltara, Senin (2/2).
APEL: Wakapolda Kaltara Brigjen Pol Andries Hermanto memimpin apel gelar pasukan di Mapolda Kaltara, Senin (2/2).
TANJUNG SELOR – Polda Kaltara menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Keselamatan Kayan 2026 sebagai penanda dimulainya operasi lalu lintas yang akan berlangsung selama 14 hari, mulai 2-15 Februari 2026.

Wakapolda Kaltara Brigjen Pol Andries Hermanto menegaskan bahwa Operasi Keselamatan Kayan merupakan operasi kepolisian di bidang lalu lintas yang bersifat preemtif dan preventif serta didukung penegakan hukum secara selektif dan humanis.
“Operasi ini bertujuan menciptakan kondisi keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas yang aman, nyaman, dan selamat menjelang pelaksanaan Operasi Ketupat 2026,” ujar Andries kepada Radar Kaltara, Senin (2/2).

Ia menjelaskan, operasi tersebut digelar sebagai bagian dari persiapan pengamanan arus mudik dan balik Idul Fitri 1448 Hijriah, sekaligus untuk meminimalkan potensi kecelakaan lalu lintas di wilayah Kaltara.
“Keselamatan berlalu lintas bukan hanya tanggung jawab Polri, melainkan membutuhkan kesadaran kolektif seluruh elemen masyarakat,” tegasnya.

Berdasarkan hasil evaluasi Operasi Lilin 2025, Andries mengungkapkan masih ditemukan sejumlah pelanggaran lalu lintas yang berpotensi menimbulkan kecelakaan.
“Pelanggaran tersebut antar lain tidak menggunakan helm standar, melawan arus, menggunakan ponsel saat berkendara, kendaraan tidak sesuai peruntukan, serta angkutan barang yang melebihi muatan dan dimensi,” jelasnya.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi perhatian serius dan sasaran utama dalam pelaksanaan Operasi Keselamatan Kayan.
Untuk itu, Andries menekankan sejumlah pedoman penting yang harus dipedomani seluruh personel selama operasi berlangsung.
“Kami menekankan agar personel mengedepankan langkah edukasi, imbauan, dan sosialisasi secara masif melalui berbagai media,” katanya.

Selain itu, ia menegaskan penegakan hukum harus dilaksanakan secara humanis, persuasif dan profesional serta diiringi optimalisasi pemanfaatan ETLE statis maupun mobile.
“Sinergi lintas sektor dengan TNI, pemerintah daerah, Dinas Perhubungan, Jasa Raharja, dan instansi terkait lainnya juga harus terus diperkuat,” imbuhnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya pelaksanaan ramp check terhadap kendaraan angkutan umum dan pariwisata guna memastikan keselamatan pengguna jalan. “Faktor kesehatan, keselamatan, dan kekompakan personel menjadi penentu keberhasilan operasi ini,” ujarnya.

Lebih lanjut, Andries menegaskan bahwa Operasi Keselamatan Kayan 2026 tidak semata-mata bertujuan menindak pelanggaran lalu lintas.
“Yang terpenting adalah membangun budaya tertib berlalu lintas dan menumbuhkan kesadaran masyarakat bahwa keselamatan merupakan kebutuhan bersama,” tegasnya.

Melalui pelaksanaan operasi ini, Polda Kaltara berharap terjadi penurunan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas, meningkatnya disiplin masyarakat, serta terwujudnya situasi lalu lintas yang aman dan kondusif di seluruh wilayah Kaltara. Ia berpesan kepada seluruh personel agar melaksanakan tugas dengan penuh keikhlasan, tanggung jawab, dan profesionalisme.
“Jadikan setiap langkah pengabdian sebagai ladang ibadah. Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa memberikan perlindungan dan kekuatan kepada seluruh personel dalam menjalankan tugas,” pungkasnya. (jai/lim)

Editor : Azward Halim