TANJUNG SELOR - Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Utara (Kaltara) kembali merilis perkembangan harga berbagai komoditas pada Januari 2026.
Secara umum, harga berbagai komoditas menunjukkan adanya perubahan, dimana Kaltara membuka tahun 2026 dengan inflasi 4,08 persen secara y-on-y.
Kondisi inflasi di Januari 2026 sebesar 4,08 persen secara tahunan ini ditetapkan berdasarkan pantauan di tiga kabupaten/kota di Kaltara, yakni Tarakan, Tanjung Selor dan Nunukan.
"Pada Januari 2026 terjadi inflasi y-on-y sebesar 4,08 persen atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 104,29 pada Januari 2025 menjadi 108,55 pada Januari 2026," ujar Kepala BPS Kaltara, Mustaqim, Senin (2/2).
Jika dilihat dari kabupaten/kota, inflasi yang paling tinggi disumbang oleh Kota Tarakan yang tercatat sebesar 4,31 persen.
"Kemudian disusul Tanjung Selor sebesar 4,12 persen dan Kabupaten Nunukan 3,67 persen," katanya.
Inflasi y-on-y di provinsi ke-34 Indonesia ini terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks kelompok pengeluaran, yakni kelompok makanan, minuman dan tembakau 0,58 persen.
Kemudian, kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga 16,92 persen, kelompok kesehatan 7,52 persen, kelompok rekreasi, olahraga dan budaya 1,67 persen, kelompok pendidikan 0,93 persen, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran 2,52 persen, serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya 15,00 persen.
Sementara kelompok yang mengalami penurunan indeks adalah kelompok pakaian dan alas kaki dengan deflasi 0,04 persen, kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga 0,53 persen, kelompok transportasi 0,87 persen, kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan 0,40 persen.
Adapun 10 komoditas yang paling dominan memberikan andil inflasi secara y-on-y pada Januari 2026 meliputi tarif listrik, emas perhiasan, tarif air minum pam, tarif rumah sakit, beras, ikan layang, ikan bandeng, nasi dengan lauk, bawang merah dan sewa rumah.
Sedangkan 10 komoditas yang paling dominan memberikan sumbangan deflasi y-on-y, mulai dari cabai rawit, tomat, angkutan udara, bawang putih, cabai merah, sawi hijau, pengharum cucian, tempe, tahu mentah dan telepon seluler.
Untuk diketahui, kondisi m-to-m, inflasi di Kaltara tercatat sebesar 0,10 persen dan secara y-to-d sebesar 0,10 persen. (iwk/lim)
Editor : Azward Halim