Pimpinan Perum Bulog Cabang Bulungan, Oktavianur mengatakan, Minyakita di tingkat pedagang pasar dijual dengan harga Rp 18.000 per liter.
“Betul, hasil monitoring kami menunjukkan harga Minyakita di tingkat pedagang Pasar Induk dijual di harga Rp 18.000 per liter,” kata Oktavianur kepada Radar Kaltara, Minggu (1/2).
Ia menegaskan, harga tersebut telah melampaui HET Minyakita yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp 15.700 per liter.
“Harga ini tentu melebihi HET yang telah ditentukan pemerintah sebesar Rp15.700 per liter,” ungkapnya.
Menyikapi kondisi tersebut, Perum Bulog Cabang Bulungan mengambil langkah intervensi pasar dengan menyalurkan Minyakita langsung ke pedagang agar harga jual ke konsumen akhir kembali sesuai ketentuan.
“Kami dari Perum Bulog Cabang Bulungan Bulungan menyuplai Minyakita ke beberapa pedagang di Pasar Induk dengan harga penjualan ke konsumen akhir sesuai HET, yakni Rp15.700 per liter,” katanya.
Oktavianur menjelaskan, kenaikan harga Minyakita di pasaran dipengaruhi oleh keterbatasan stok serta tingginya biaya angkut ke daerah.
“Disamping stok yang terbatas, biaya angkut juga cukup tinggi,” ungkapnya.
Meski demikian, Bulog memastikan tetap berupaya menjaga ketersediaan Minyakita di pasaran hingga momentum hari besar keagamaan.
“Walaupun begitu, Perum Bulog Cabang Bulungan tetap berusaha menjaga ketersediaan stok Minyakita sampai menghadapi Ramadan dan Idul Fitri tahun 2026,” tegasnya.
Sebagai langkah awal, Perum Bulog Cabang Bulungan Bulungan telah menyalurkan Minyakita ke sejumlah pedagang di Pasar Induk.
“Per hari ini kami sudah menyuplai Minyakita ke empat pedagang Pasar Induk, masing-masing diberikan 900 liter per pedagang,” pungkasnya. (jai/lim)