Raker dibuka Bupati Bulungan, Syarwani, S.Pd, M.Si. Dalam sambutannya, bupati mengungkapkan terdapat sekitar 1.400 kasus perceraian di Kalimantan Utara yang menjadi salah satu tantangan Penyuluh KB dalam memperkuat ketahanan keluarga.
Diungkapkan, selain kasus perceraian, penurunan stunting juga menjadi tantangan besar yang harus dihadapi bersama. Sesuai program Presiden, fokusnya adalah pemberian makanan bergizi bagi ibu hamil dan anak-anak.
Pemkab Bulungan bertugas mengawasi dan memastikan program ini berjalan tepat sasaran di desa-desa. Bupati berpesan agar penyuluh hadir langsung memastikan distribusi bantuan gizi ini tidak bermasalah di lapangan.
"Penyuluh harus hadir di tengah-tengah itu. Artinya memastikan bantuan gizi untuk ibu hamil dan anak-anak, benar-benar sampai dan diterima oleh masyarakat. Jadi peran penyuluh di sini sangat-sangat vital," ucap Syarwani.
Bupati menegaskan, pembangunan di Bulungan dari segala aspek tidak mungkin hanya dilakukan oleh pemerintah daerah. Dibutuhkan kolaborasi dan kemitraan dari berbagai institusi termasuk para Penyuluh KB dan Tim Penggerak PKK.
“Saya mengapresiasi peran aktif teman-teman penyuluh KB di lapangan. Saya mencatat beberapa kendala yang disampaikan oleh Ketua DPC termasuk kebutuhan operasional di kecamatan,” ujar Bupati.
Diketahui, dari 34 Penyuluh KB di Bulungan, dilaporkan 9 personel masih menggunakan kendaraan pribadi. Pemkab pun sudah berkoordinasi dengan pemerintah pusat agar dapat membantu kerja para penyuluh. Pemkab juga siap menyiapkan lahan bagi Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga untuk pembangunan kantor perwakilan di Bulungan.
Tujuannya, agar program kementerian lebih banyak menyentuh hingga ke tingkat kabupaten dan desa. "Kita akan memfasilitasi penyediaan lahan untuk kantor perwakilan di daerah," aku bupati.
Raker turut diisi penyerahan piagam penghargaan kepada Kementerian Agama, Dinas Kesehatan, RSUD dr. Soemarno Sosroatmodjo, Ikatan Bidan Indonesia serta sejumlah UPTD Puskesmas di Bulungan atas kerjasama dan dukungan dalam program kependudukan, pembangunan keluarga serta Keluarga Berencana di Bulungan.
Bupati turut menekankan pentingnya untuk terus fokus dalam menekan angka stunting di Kabupaten Bulungan. Dengan demikian, kesejahteraan masyarakat dapat diwujudkan dari titik palling dasar yakni lingkungan keluarga. (dra/lim)
Editor : Azward Halim