Kegiatan turut dihadiri Bupati Bulungan, Syarwani, S.Pd, M.Si, Wakil Bupati, Kilat, A.Md, Sekretaris Daerah, Risdianto, S.Pi, M.Si, Dinas Pertanian serta perangkat daerah terkait lainnya. Dijelaskan, penyuluh pertanian merupakan ujung tombak pembangunan pertanian yang menjembatani kebijakan pemerintah dengan kebutuhan nyata di lapangan.
Bupati pun berharap agar para penyuluh pertanian di Bulungan dapat terus diperkuat kapasitasnya serta adaptif terhadap tantangan dan inovasi di bidang pertanian. Termasuk pemanfaatan teknologi, mekanisasi pertanian, pertanian ramah lingkungan serta peningkatan nilai tambah hasil pertanian.
"Peran penyuluh pertanian akan terus kita perkuat sebagai ujung tombak pengembangan pertanian di Bulungan. Penyuluh-penyuluh ini yang lebih memahami kebutuhan riil di lapangan yang kemudian di komunikasikan dengan pemerintah," tegas bupati, Syarwani.
Menurutnya, saat ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan melakui dinas teknis, sedang gencar melakukan sejumlah program pengembangan sektor pertanian dengan hasil akhir produk pangan lokal.
Selain itu, di waktu yang bersamaan, berlangsung pula program optimasi lahan (oplah) sebagai upaya penguatan ketahanan pangan nasional oleh Kementerian Pertanian. Puluhan brigade pangan (BP) telah dibentuk untuk mensukseskan program tersebut.
"Pemerintah daerah juga memiliki program jaminan pasca panen. Kita ingin memastikan hasil panen pertanian masyarakat terserap penuh oleh pasar. Hal ini menjadi penegas bahwa pemerintah sangat konsen mendorong sektor pertanian," ucap Syarwani.
Demi menunjang aktivitas dan mobilisasi pra dan pasca panen, Pemkab Bulungan sejak tahun 2025 lalu, telah konsen melakukan pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT). Akses jalan memegang peran yang cukup vital dalam memastikan kelancaran distribusi pertanian.
"Bantuan-bantuan alat pertanian juga tidak luput kita sediakan. Tentu secara berjenjang, kita ingin hasil pertanian di Kabupaten Bulungan terus berkembang dan memberi dampak ekonomi yang besar terhadap masyarakat," imbuh bupati.
Tahun 2026 ini, Pemkab Bulungan turut mempercepat realisasi intergrated area development (IAD) Lanskap Kayan. Program ini akan memadukan pembangunan wilayah terpadu berkelanjutan, dengan penguatan basis pangan lokal. Komoditas unggulan yang akan dikembangkan yakni kopi, kakao dan durian. (dra/lim)
Editor : Azward Halim