Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Rp 12,5 Miliar Digelontorkan, Pemkab Bulungan Bakal Terapkan Pembatasan di Kebun Raya Bundayati

Fijai RT • Rabu, 28 Januari 2026 | 01:52 WIB
KAWASAN PUBLIK: Tampak kawasan Kebun Raya Bundayati, Bulungan dari udara.
KAWASAN PUBLIK: Tampak kawasan Kebun Raya Bundayati, Bulungan dari udara.

TANJUNG SELOR – Pemkab Bulungan kembali menggelontorkan anggaran Rp 12,5 miliar melalui APBD 2026 untuk melanjutkan pengembangan Kebun Raya Bundayati, Bulungan.

Seiring berjalannya pekerjaan fisik dan penataan kawasan, pemerintah akan menerapkan pembatasan aktivitas masyarakat secara situasional demi kelancaran pembangunan.

Bupati Bulungan, Syarwani mengatakan, saat ini aktivitas masyarakat di kawasan Kebun Raya Bundayati cukup tinggi, sehingga diperlukan pemahaman bersama terkait tahapan pembangunan yang akan berjalan.

“Aktivitas di kawasan ini memang ramai. Karena itu perlu pemahaman bersama. Bukan berarti nanti ada kebijakan pembatasan atau penutupan sementara untuk membatasi ruang gerak masyarakat,” kata Syarwani kepada Radar Kaltara, Selasa (27/1).

Menurutnya, seluruh kebijakan yang diambil semata-mata untuk mendukung kelancaran kegiatan pembangunan tahun ini. “Tidak ada niat pemerintah untuk membatasi masyarakat memanfaatkan ruang publik. Ini murni agar pekerjaan fisik dan penataan kawasan bisa berjalan aman dan optimal,” ungkapnya.

Untuk pembangunan fisik, orang nomor satu di Bumi Tenguyun ini mengaku telah menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU-PR) Bulungan serta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bulungan untuk mengejar target penyelesaian.
“Saya sudah instruksikan DPU-PR dan DLH untuk mengejar target rampung sebelum Oktober,” katanya.

KAWASAN PUBLIK: Tampak kawasan Kebun Raya Bundayati, Bulungan dari udara.
KAWASAN PUBLIK: Tampak kawasan Kebun Raya Bundayati, Bulungan dari udara.

Target tersebut, lanjut Syarwani, sejalan dengan rencana peluncuran resmi Kebun Raya Bundayati. “Kita menargetkan Kebun Raya Bundayati bisa launching bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) pada momentum Hari Ulang Tahun Bulungan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, Pemda Bulungan telah meminta fasilitasi BRIN untuk mengundang para pengelola kebun raya dari seluruh Indonesia.
“Melalui BRIN, kita minta difasilitasi agar seluruh pengelola kebun raya se-Indonesia bisa hadir dalam momen launching tersebut,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bappeda-Litbang Bulungan, Iwan Sugiyanta mengatakan, pengembangan Kebun Raya Bundayati kini memasuki tahap penyelesaian akhir. “Sekarang ini tinggal proses finishing. Anggaran Rp12,5 miliar itu akan diperuntukkan bagi sejumlah pembangunan penunjang,” ujarnya.

Ia merinci, pembangunan tersebut meliputi jembatan, musala, toilet, gazebo, labirin, embung, amfiteater, hingga rumah adat tiga etnis.
“Sesuai arahan bapak bupati, tahun ini Kebun Raya Bundayati ditargetkan bisa launching pada Oktober,” katanya.

Iwan menyampaikan, koordinasi dengan BRIN telah dilakukan untuk memastikan kesiapan sebelum peluncuran. “Bapak Bupati sudah berkomunikasi dengan BRIN. Karena itu, sejumlah tahapan pra-launching kini sedang dipersiapkan,” ungkapnya.

Selain pembangunan fisik, Pemda Bulungan juga menyiapkan aspek ilmiah dan konservasi. “Kami juga tengah menyusun buku tentang vegetasi dan tanaman dilindungi yang ada di Kebun Raya Bundayati, bekerja sama dengan BRIN,” jelasnya.

Di sisi lain, meningkatnya kunjungan masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah. “Animo masyarakat memang semakin tinggi, tetapi masih ada oknum yang tidak menjaga kawasan, seperti mengambil tanaman anggrek,” ujarnya.

Karena itu, Pemda Bulungan fokus pada pengamanan konstruksi dan penanaman. “Kami perlu memastikan tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Atas dasar itu, ada kebijakan penutupan sementara yang sifatnya situasional,” kata Iwan.

Ia menegaskan, kebijakan tersebut akan disesuaikan dengan kondisi lapangan. “Kalau aktivitas terlalu padat dan dikhawatirkan mengganggu pekerjaan, tentu akan kita atur. Semua demi kelancaran pembangunan dan keberlanjutan kawasan,” pungkasnya. (jai/lim)

Editor : Azward Halim