Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Perkuat Kolaborasi, Bupati Ingin Percepatan Realisasi IAD Lanskap Kayan

Taslee • Selasa, 27 Januari 2026 | 05:16 WIB

KOLABORASI: Bupati Bulungan Syarwani saat berdiskusi dengan akademisi dari Unikaltar, IPB dan YKAN di akhir pekan tadi.
KOLABORASI: Bupati Bulungan Syarwani saat berdiskusi dengan akademisi dari Unikaltar, IPB dan YKAN di akhir pekan tadi.
TANJUNG SELOR - Bupati Bulungan Syarwani bersama jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan terus mendorong percepatan implementasi program Intergrated Area Development (IAD) Lanskap Kayan. Prgram ini berkolaborasi dengan sejumlah pihak seperti Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN).

"Kita terus menjaring masukan dan berdiskusi dengan berbagai pihak sebagai langkah kolaborasi. Kita ingin mewujudkan pembangunan wilayah yang berkelanjutan dan berbasis pangan lokal," terang bupati.

Dia menjelaskan, IAD (Integrated Area Development) Lanskap Kayan di Kabupaten Bulungan adalah program pengembangan wilayah terpadu berbasis perhutanan sosial yang ditetapkan sejak Desember 2023.

Fokus utamanya adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan kemandirian pangan melalui pengelolaan komoditas unggulan (kakao, kopi, durian, hasil hutan non-kayu) di 18 desa mencakup 568.182 hektare (ha), didukung kemitraan multipihak (4P).

Bupati Bulungan Syarwani menambahkan, semangat pemerintah pusat selaras dengan strategi pemerintah daerah, yang memiliki semboyan Tenguyun, Hutanku. Tenguyun berasal dari bahasa Bulungan yang merujuk ke semangat kebersamaan dalam mewujudkan sesuatu yang diharapkan.

Bupati Syarwani meyakini dengan adanya Tenguyun Hutanku Kabupaten Bulungan akan mewujudkan pemeliharaan dan pemanfaatan hutan, tanpa meninggalkan keragaman dan kearifan lokalnya.

Semangat itu, sambungnya, diturunkan pada kawasan IAD Lanskap Kayan yang tersebar di 18 Desa dengan luas sekitar 568.182 hektare. Pemerintah daerah bersama sejumlah mitra strategis termasuk Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) telah memetakan potensi pengembangan di bentang alam tersebut.

"Tercatat ada agroforestri (wanatani), silvopastura, hasil hutan nonkayu, dan ekowisata siap dikembangkan pada wilayah setengah juta hektare ini. Pengembangan ini tentunya dengan merangkul birokrat, masyarakat, akademisi, sektor swasta, serta media," ungap bupati.

Tidak hanya itu, dalam RPJMD, dikatakan bupati, Pemkab Bulungan
telah memiliki program Mandau Tani (Komando Strategi Pembangunan Pertanian) - program pertanian dalam artian luas untuk mewujudkan kedaulatan pangan berbasis kearifan lokal secara terpadu di hulu dan hilir.

Mandau Tani mengusung kakao dan kopi sebagai komoditas unggulan. Pengembangan komoditas kakao hingga 2022 lalu telah mencapai 634 hektare, sedangkan komoditas kopi mencapai 308 hektare. Selain dua komoditas tersebut, desa-desa sepanjang Sungai Kayan adalah produsen hasil berbagai jenis produk pertanian lainnya. (dra/lim)

Editor : Azward Halim