Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Kemiskinan Bulungan Turun 1,5 Persen, Pemkab Optimistis Kejar Target RPJMD

Fijai RT • Selasa, 27 Januari 2026 | 05:07 WIB
PENGETASAN KEMISKINAN: Suasana rakor penyusunan dokumen perencanaan dan pelaporan penanggulangan kemiskinan.
PENGETASAN KEMISKINAN: Suasana rakor penyusunan dokumen perencanaan dan pelaporan penanggulangan kemiskinan.

TANJUNG SELOR - Angka kemiskinan di Bulungan menunjukkan tren penurunan. Pada 2025, persentase penduduk miskin tercatat 7,26 persen atau sekitar 9,92 ribu jiwa, turun 1,50 persen dibandingkan kondisi pada Maret 2024.

Kepala Bappeda-Litbang Bulungan Iwan Sugianta mengatakan, pengentasan kemiskinan di Bulungan tidak dapat dilakukan secara sektoral, melainkan harus dilaksanakan secara terintegrasi oleh seluruh perangkat daerah.
“Pengatasan kemiskinan di Bulungan perlu sinergi seluruh perangkat daerah,” kata Iwan kepada Radar Kaltara, Senin (26/1).

Dijelaskan, Pemda Bulungan telah menetapkan tiga langkah utama dalam strategi penanggulangan kemiskinan. Langkah pertama adalah pengurangan beban pengeluaran masyarakat. Kedua, peningkatan pendapatan masyarakat. Ketiga, penurunan kantong kemiskinan.
“Jadi, tiga hal itu yang menjadi penting untuk kita lakukan dalam rangka pengentasan kemiskinan,” tegasnya.

Berdasarkan data Maret 2025, angka kemiskinan di Bulungan tercatat sebesar 7,26 persen atau sekitar 9,92 ribu jiwa. Angka tersebut mengalami penurunan sebesar 1,50 persen dibandingkan kondisi pada Maret 2024.
“Penurunan ini menunjukkan bahwa program yang dijalankan mulai memberikan hasil,” ujarnya.

Sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Bulungan 2026–2030. Pemda Bulungan menargetkan angka kemiskinan pada 2030 turun menjadi 5,91 persen. Dengan tren penurunan saat ini, Iwan optimistis target tersebut dapat dicapai.
“Kami optimistis bisa mencapai target, dengan catatan program yang dilakukan benar-benar menyentuh langsung masyarakat,” katanya.

Ia menambahkan, keberhasilan pengentasan kemiskinan juga ditentukan oleh keberlanjutan program setiap tahun, integrasi lintas perangkat daerah serta penganggaran yang fokus dan tepat sasaran.
“Program harus berkelanjutan, terintegrasi dengan perangkat daerah terkait dan penganggarannya memang difokuskan untuk pengentasan kemiskinan,” jelasnya.

Sementara itu, sebaran penduduk miskin di Bulungan tercatat berada di 10 kecamatan. Dari data yang ada, jumlah penduduk miskin terbanyak berada di Kecamatan Tanjung Selor, yakni sebanyak 6.677 jiwa.
“Jumlahnya paling banyak di Tanjung Selor karena jumlah penduduknya juga paling besar,” pungkasnya. (jai/lim)

Editor : Azward Halim