Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Pemprov Kaltara Rencanakan Bangun Lima Ruas Jalan di Kawasan Perbatasan Apau Kayan

Iwan RT • Minggu, 25 Januari 2026 | 20:41 WIB

INFRASTRUKTUR: Rapat pembahasan pembangunan Jalan Apau Kayan oleh Pemprov Kaltara.
INFRASTRUKTUR: Rapat pembahasan pembangunan Jalan Apau Kayan oleh Pemprov Kaltara.
TANJUNG SELOR - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) menyusun rencana pembangunan jalan di kawasan perbatasan Apau Kayan, Kabupaten Malinau.

Wakil Gubernur (Wagub) Kaltara Ingkong Ala mengatakan bahwa Apau Kayan memiliki posisi strategis sebagai wilayah perbatasan negara serta memiliki potensi pengembangan ekonomi, pertanian, pariwisata dan energi terbarukan.

"Perencanaan jalan tidak hanya untuk akses transportasi, tapi juga untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat," ujar Wagub Ingkong.

Untuk itu, Pemprov Kaltara merencanakan pembangunan lima ruas jalan di kawasan perbatasan Apau Kayan.

Adapun ruas jalan itu meliputi Jalan Sei Jelarai - Sei Tebuhuk - Sei Kihan dan Jalan Sei Jelarai - Desa Long Payau - Long Ampung di Kecamatan Kayan Hulu.

Kemudian, pembangunan Jalan Desa Long Temuyat - Lubak Ungai - Air Terjun yang juga berada di Kecamatan Kayan Hulu.

Sementara itu, di Kecamatan Kayan Selatan akan dibangun Jalan Desa Long Ampung - Jalan Desa Long Uro. Di Kecamatan Kayan Hilir, pembangunan jalan direncanakan pada ruas Jalan Long Top - Long Sule hingga batas Kaltara dan Kalimantan Timur (Kaltim).

Politisi Partai Hanura ini menuturkan, rencana pembangunan jalan ini bertujuan membuka akses desa yang masih terisolasi, memperpendek jarak antar wilayah, serta mendukung rencana Daerah Otonomi Baru (DOB) Apau Kayan.

Lebih dari itu, jalan tersebut juga diharapkan dapat menunjang pengembangan pariwisata dan pembangkit listrik tenaga mikro hidro (PLTMH).

"Pembangunan jalan ini diharapkan dapat membuka akses antar wilayah dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat perbatasan," tuturnya.

Harapannya, melalui pembahasan ini dapat dicapai kesepakatan terkait status dan fungsi jalan, agar rencana pembangunan jalan di kawasan Apau Kayan dapat masuk dalam perencanaan resmi dan menjadi prioritas pembangunan. (iwk/lim)

Editor : Azward Halim