TANJUNG SELOR – Ratusan pegawai aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Bulungan bakal memasuki masa pensiun. Sepanjang 2026, tercatat 109 ASN akan purna tugas.
Bupati Bulungan Syarwani mengatakan, kondisi tersebut berdampak langsung pada berkurangnya sumber daya manusia (SDM) aparatur di daerah, terlebih di tengah kebijakan pusat yang belum membuka rekrutmen calon pegawai negeri sipil (CPNS).
“Pada tahun 2026 ada 109 ASN yang purna tugas. Artinya, kita kehilangan SDM ASN dalam jumlah yang cukup besar,” kata Syarwani kepada Radar Kaltara, Kamis (22/1).
Ia mengakui, keterbatasan kebijakan rekrutmen membuat Pemda Bulungan hanya bisa memaksimalkan aparatur yang masih ada.
“Salah satu kondisi yang kita hadapi sekarang ini adalah pemerintah belum membuka ruang CPNS. Dampaknya, kita hanya bisa memaksimalkan SDM yang ada,” ungkapnya.
Menurutnya, sebagian besar ASN yang akan memasuki masa pensiun berasal dari sektor pendidikan, sehingga berpotensi menimbulkan kekosongan tenaga pendidik di sejumlah satuan pendidikan.
“Mayoritas yang purna tugas adalah tenaga pendidikan. Skema yang memungkinkan sekarang ini hanya melalui PPPK, itupun kuotanya sangat terbatas,” jelasnya.
Ia menegaskan, situasi tersebut menjadi pekerjaan rumah (PR) besar bagi Pemda Bulungan dalam menjaga keberlangsungan pelayanan publik.
“Ini menjadi tantangan bagi pemerintah daerah, bagaimana mengisi kekosongan ASN agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Bulungan Nurdiana mengungkapkan, sepanjang Januari hingga Agustus, ada 45 ASN yang memasuki masa purna tugas. Jumlah tersebut akan terus bertambah hingga dua tahun ke depan.
“Jika dihitung sepanjang 2026 sampai 2027, total ASN yang pensiun mencapai 142 orang,” singkatnya. (jai/lim)