Bupati Bulungan, Syarwani mengatakan perhitungan produksi pertanian dilakukan secara berkelanjutan setiap tahun. "Hasilnya, setiap tahun selalu ada peningkatan dan kuncinya ada pada luas tambah tanam atau LTT,” kata Syarwani kepada Radar Kaltara, Selasa (20/1).
Ia menjelaskan, lonjakan LTT terjadi pada periode 2024-2025. Meningkat 83 persen, dari 2.100 hektare (ha) menjadi 3.900 ha.
Meski demikian, produksi beras Bulungan pada 2025 masih belum sepenuhnya mencukupi kebutuhan daerah.
“Kalau dihitung dari produksi beras 2025, jumlahnya sekitar 12.000 ton, sementara kebutuhan mencapai 16.000 ton. Artinya masih diperlukan tambahan sekitar 4.000 ton,” ungkapnya.
Untuk menutup kekurangan tersebut, Disperta Bulungan diakuinya telah menyiapkan langkah konkret pada 2026. “Sekarang ini sudah dicetak sawah sekitar 800 hektare. Lahan ini disiapkan khusus untuk menambah produksi beras,” katanya.
Selain itu, Pemda Bulungan juga akan mengajukan tambahan program ke pusat. “Kami juga akan mengusulkan ke Kementerian Pertanian agar pada 2026 ada tambahan cetak sawah, paling tidak sekitar 1.000 hektare,” tambahnya.
Ia memaparkan, dari sisi teknis, tambahan lahan tersebut memiliki potensi produksi yang besar. “Kalau 800 hektare dengan rata-rata produksi 4 ton gabah kering per hektare, berarti sudah ada sekitar 3.200 ton gabah,” terangnya.
Menurutnya, setelah dikonversi menjadi beras, hasilnya cukup signifikan. “Kalau menjadi beras dan dikalikan sekitar 60 persen, hasilnya kurang lebih 1.800 ton untuk sekali tanam,” jelasnya.
Dengan pola tanam dua kali setahun serta tambahan cetak sawah baru, Pemda Bulungan optimistis target dapat terlampaui. “Artinya, dengan dua kali tanam ditambah lagi 1.000 hektare cetak sawah, harapannya pada 2026 produksi beras bisa mencapai bahkan lebih dari 16.000 ton,” harapnya.
Ia menambahkan, kebutuhan tersebut disesuaikan dengan jumlah penduduk Bulungan saat ini. “Kebutuhan beras Bulungan memang sekitar 16 ribu ton per tahun dengan jumlah penduduk sekitar 167.000 jiwa,” ujarnya.
Syarwani menegaskan, upaya peningkatan produksi pangan ini sejalan dengan arah pembangunan daerah. Langkah ini sejalan dengan visi Bulungan. Yakni, Bulungan Berdaulat dan Unggul Melalui Pembangunan Hijau Yang Berkelanjutan.
"Langkah ini juga sejalan dengan misi Bulungan. Yakni, meningkatkan produksi pertanian dan mendorong pertanian berkelanjutan untuk kedaulatan pangan," pungkasnya. (jai/lim)