Kepala Disperta Bulungan, Kristiyanto mengatakan, bantuan tersebut bersumber dari Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Republik Indonesia melalui Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Pontianak.
“Bantuan ini merupakan dukungan pemerintah pusat melalui Ditjen Perkebunan untuk mendorong pengembangan komoditas kelapa di Kabupaten Bulungan,” kata Kristiyanto kepada Radar Kaltara, Sabtu (17/1).
Ia menjelaskan, penyaluran benih dan pupuk organik difokuskan kepada poktan yang telah diverifikasi dan dinilai siap mengembangkan komoditas perkebunan secara berkelanjutan.
“Sebanyak 11.000 batang benih kelapa dan 33.000 kilogram pupuk organik kami distribusikan kepada 12 kelompok tani yang tersebar di Bulungan,” ungkapnya.
Menurutnya, kelapa merupakan salah satu komoditas perkebunan potensial yang memiliki nilai ekonomi tinggi serta mampu meningkatkan pendapatan petani jika dikelola secara optimal.
“Kelapa memiliki banyak turunan produk, mulai dari buah, minyak hingga olahan lainnya, sehingga sangat prospektif untuk dikembangkan,” katanya.
Ia menambahkan, pemberian pupuk organik bertujuan meningkatkan kesuburan tanah sekaligus mendorong praktik pertanian ramah lingkungan di tingkat petani.
“Kami ingin petani tidak hanya fokus pada produksi, tetapi juga pada keberlanjutan lahan dan lingkungan,” tambahnya.
Disperta Bulungan berharap bantuan ini dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh poktan penerima sehingga berdampak langsung terhadap peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani.
“Harapan kami, bantuan ini benar-benar digunakan sesuai peruntukan dan mampu meningkatkan hasil perkebunan kelapa di Bulungan,” pungkasnya. (jai/lim)