Bupati Bulungan, Syarwani menyampaikan bahwa perempuan tidak hanya berperan dalam lingkup domestik, tetapi juga menjadi penggerak utama dalam berbagai sektor kehidupan.
“Perempuan bekerja dalam berbagai keterbatasan, namun tetap menjadi pilar ekonomi keluarga, penjaga nilai budaya, pemimpin komunitas, inovator teknologi, pelaku usaha dan penjaga keberlanjutan kehidupan,” kata Syarwani kepada Radar Kaltara, Kamis (15/1).
Menurutnya, paradigma pembangunan harus menempatkan perempuan bukan sekadar sebagai penerima manfaat, melainkan sebagai aktor utama pembangunan.
“Perempuan bukan hanya penerima manfaat pembangunan, tetapi motor utama perubahan,” tegasnya.
Ia melanjutkan, pemerintah secara konsisten memperkuat kerangka hukum dan kebijakan untuk melindungi hak perempuan serta menjamin kesetaraan di berbagai bidang.
“Pemerintah terus memperkuat kerangka hukum dan kebijakan melalui Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual, Undang-Undang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga, implementasi CEDAW hingga pengarusutamaan gender dalam seluruh sektor pembangunan,” jelasnya.
Langkah tersebut, kata dia, bertujuan menciptakan ruang yang aman, adil, dan setara bagi perempuan Indonesia untuk berkembang dan berkontribusi secara optimal.
“Semua ini didorong agar perempuan Indonesia memiliki kesempatan yang setara, terlindungi dari kekerasan, bebas dari diskriminasi, serta mampu berdaya dan berkarya sesuai potensi terbaiknya,” ungkapnya.
Syarwani mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mewujudkan keadilan dan kesetaraan gender sebagai fondasi pembangunan jangka panjang bangsa.
“Saya mengajak pemerintah, dunia usaha, masyarakat sipil, organisasi perempuan, dunia pendidikan, media dan seluruh elemen bangsa untuk memperkuat kolaborasi dalam mewujudkan keadilan dan kesetaraan gender,” katanya.
Menurutnya, keadilan gender merupakan salah satu kunci utama dalam mewujudkan visi besar pembangunan nasional menuju Indonesia maju.
“Kesetaraan gender adalah pondasi penting menuju Indonesia Emas 2045,” pungkasnya. (jai/lim)